Gula Aren Cibaliung, Oleh-oleh Khas Selatan Banten

78

Pandeglang, Satubanten – Salah satu penghasil gula aren di kabupaten Pandeglang Banten, adalah kecamatan Cibaliung.

Gula aren yang berasal dari kecamatan Cibaliung punya khas tersendiri, bila dibandingkan dengan gula aren atau gula merah asal kecamatan lain yang ada di wilayah kabupaten Pandeglang.

Karena, berdasarkan pantauan Satubanten.com, gula aren Cibaliung selain punya ukuran cukup besar jika dibandingkan gula merah dari kecamatan lainnya, juga warnanya agak sedikit kuning.

Sehingga hal ini membuat pesona atau daya tarik tersendiri bagi pembeli ataupun wisatawan lokal yang lewat pasar Cibaliung tersebut.

Dan ternyata di kecamatan Cibaliung ada kampung khusus warganya kebanyakan sebagai pengrajin gula aren, nama daerah itu adalah kampung Sabrang desa Cibaliung, bahkan saat kita akan memasuki kawasan itu ada gapura bertuliskan “Selamat Datang di Pengrajin Gula Aren Kampung Sabrang”

Salah satu pengrajin gula aren bernama Yayu saat ditemui dilokasi menuturkan, bahwa sudah sekian 5 tahun ia menggeluti sebagai pengrajin gula aren ini.

Sudah lima tahunan saya jadi pengrajin gula aren, terangnya, sebelumnya mertua yang biasa mengerjakan ini semua.

Tetapi seiring berjalanya waktu dan ibu mertua sudah mulai tua, maka ia dan suaminya yang melanjutkan pekerjaan ini, ujarnya.

Masih dikatakan Yayu, dalam sehari hasil olahan gula aren ini bisa memperoleh 13 butir (hulu, dalam bahasa Sunda).

Ditempatnya saat ini ia jual sekitar Rp 12.000 per butir, tapi di pasar Cibaliung atau warung nggak tahu berapa harga gula aren mereka jual, pungkas.

Sementara itu, ketua Gapoktan Mulya Karya bernama Sunarya saat dihubungi melalui telepon pada jumat(27/10/2023) menyampaikan, bahwa hampir semua pengrajin gula aren disini jadi anggota gabungan kelompok tani(Gapoktan) Mulya Karya.

Ada sekitar 40 anggota pengrajin gula aren yang tergabung di Gapoktan ini, dan mereka berdomisili selain di kampung Sabrang ini, di kampung Babakan Binong, Cicurug dan Cirametuk, tuturnya.

Untuk saat ini pasaran gula aren agak lesu, biasanya yang pesat pemasaran gula aren pada sebelum bulan puasa hingga selama ramadhan, katanya.

Tadi pagi baru ngantar 400 butir gula aren ke pembeli yang ada di disekitaran kecamatan Cibaliung, selain disini ia juga ngirim ke pasar Pandeglang, Serang bahkan Tanggerang, ucapannya.

Dalam sehari bisa terkumpul sekitar 500 butir gula aren dari para anggota Gapoktan Mulya Karya, saat ini produksi gula aren lagi bagus, tekstur warnanya agak kekuningan, paparnya.

Harga yang ia tawarkan ketiap pembeli Rp 13.000 per butir, tetapi jika menjelang bulan puasa hingga lebaran agak sedikit kenaikan harga, antara Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per butir, ujarnya.

Ia banyak ucapankan terima kasih kepada pihak pemerintah atau Korluh dan penyuluh pertanian kecamatan Cibaliung yang telah membimbing serta membina, bahkan ikut memasarkan produk gula aren ini, pungkasnya.

Comments are closed.