DPR Minta Pemerintah RI Tegas Dengan Ancaman Menkeu AS Boikot G20

19

Satubanten.com– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas atas ancaman boikot penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 oleh Amerika Serikat, apabila Indonesia tetap mengundang Rusia.

Diketahui, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen mengultimatum Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk menghapus Rusia dari forum ekonomi utama. Bahkan, Amerika mengancam akan memboikot sejumlah agenda jika Indonesia menghadirkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan menyatakan, Pemerintah RI harus tegas dalam menentukan sikap. Pasalnya, kata dia, Indonesia memiliki positioning besar dalam kesuksesan G20.

“Pernyataan Menteri Keuangan Amerika ini membuat kita agak bertanya-tanya, maunya apa ya? Padahal, Presiden Joe Biden masih memberikan syarat, bukan harga mati. Beliau mengatakan bahwa apabila Indonesia tidak bisa memenuhi permintaan ini (tidak mengundang Rusia) paling tidak undanglah Ukraina,” ujar Farhan .

Farhan memastikan, Amerika Serikat tidak basa basi atas permintaan tersebut. Namun, dia menekankan bahwa imbas konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan sikap netral.

“Pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat, tapi bukan dari Presiden (Joe Biden) memang menegaskan bahwa mereka sedang mamastikan agar sanksi ekonomi itu memberikan efek yang besar, bukan yang sifatnya basa basi. Sikap politik mereka jadi sangat tegas,” katanya.

Farhan menilai, sejauh ini, belum ada negara-negara peserta G20 secara tegas bersikap terhadap rencana tersebut.

“Indonesia harus hati-hati menyikapi pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat ini walaupun sampai sekarang belum terihat adanya pernyataan-pernyataan yang mendukung atau bersebrangan dengan Menteri Keuangan Amerika,” terangnya. (**)

Comments are closed.