Dari 14 Lembaga Penerima, Hanya Satu Sekolah Terdampak, SPPG 003 Pandeglang Pastikan Perbaikan Menyeluruh
Pandeglang — Manajemen Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pandeglang 003 menyampaikan klarifikasi sekaligus hasil mediasi atas temuan pada sebagian kecil menu makanan yang didistribusikan di SDN Pandeglang 4, Kabupaten Pandeglang.
Insiden tersebut terjadi pada menu sayuran dan ditemukan pada dua ompreng dari total paket makanan yang disalurkan pada hari itu.
Dari total 14 lembaga kategori penerima manfaat yang menerima distribusi pada hari yang sama, kejadian tersebut hanya terjadi di satu sekolah, yakni SDN Pandeglang 4.
Meski jumlahnya terbatas dan bersifat insidental, kejadian ini langsung ditindaklanjuti secara cepat dan menyeluruh oleh pihak dapur bersama unsur terkait.
Mediasi dan evaluasi telah dilaksanakan dengan melibatkan unsur Satgas, Asisten Daerah (Asda) Kabupaten Pandeglang Bapak Doni, Kapolsek, Danramil, pihak sekolah, Dinas Kesehatan, serta manajemen dapur MBG.
Dalam forum tersebut, perwakilan Satgas menegaskan pentingnya peningkatan pengawasan ke depan.
“Ke depan jangan ada kejadian seperti ini lagi. Walaupun dari sekian sekolah hanya terjadi di SDN 4 dan itu pun hanya dua ompreng, tetap harus dijaga dan diantisipasi,” tegas perwakilan Satgas dalam mediasi.
Pihak sekolah juga menyampaikan harapannya agar standar kebersihan semakin diperketat.
“Kami berharap ke depannya benar-benar menjaga higienis, kualitas, dan kebersihan makanan untuk anak-anak,” ujar perwakilan sekolah dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menyatakan komitmennya untuk memperkuat pembinaan terhadap relawan dapur.
Kami akan melakukan pelatihan ulang bagi para relawan. Meskipun sebelumnya sudah mengikuti pelatihan secara daring yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan, penguatan kembali perlu dilakukan agar standar keamanan pangan semakin optimal,” jelas perwakilan Dinas Kesehatan.
Dari pihak dapur, Kepala SPPG menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pihak sekolah dan seluruh pihak terkait.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ini murni kelalaian dalam proses sortir bahan oleh relawan. Walaupun hanya dua ompreng, tetap menjadi tanggung jawab kami dan kami berkomitmen agar tidak terulang kembali,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, manajemen dapur telah melakukan penarikan dan penggantian paket yang terdampak, pemeriksaan ulang seluruh distribusi hari tersebut, serta pengetatan standar operasional prosedur (SOP) khususnya pada tahap sortir, pencucian, dan quality control bahan baku sebelum distribusi.
Program MBG merupakan bagian dari upaya pemenuhan gizi anak sekolah yang dilaksanakan secara bertahap dan diawasi bersama oleh berbagai unsur. Fakta bahwa dari 14 lembaga penerima manfaat hanya satu sekolah yang mengalami kejadian tersebut menunjukkan bahwa sistem secara umum berjalan, namun tetap membutuhkan evaluasi dan penguatan berkelanjutan.
Manajemen MBG menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan demi menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi seluruh siswa penerima manfaat.
Pandeglang,
SPPG Pandeglang 003
Comments are closed.