Buntut Kecelakaan Bus Rosalia Indah, Kementerian Perhubungan Wajibkan Sopir dan Penumpang Menggunakan Sabuk Pengama

20

Serang, Satubanten – Kecelakaan yang terjadi terhadap salah satu armada bus di Indonesia yakni Rosalia Indah di ruas Tol Batang-Semarang, tepatnya di Weleri, Jawa Tengah (Jateng). Insiden ini terjadi pada Kamis (11/4) pagi waktu setempat.

Dalam kecelakaan tersebut diketahui tujuh orang meninggal dunia. Pada kecelakaan tunggal yang melibatkan bus Rosalia Indah bernomor polisi AD 7019 OA bus tersebut keluar dari jalan, dan masuk ke parit di sisi kiri jalan yang dikarenakan sopir mengantuk.

Hal ini membuat, Kementerian Perhubungan mewajibkan sopir maupun penumpang menggunakan sabuk pengaman. Karena banyak kejadian serupa dimana supir dan penumpang terlempar dari dari kursi dan meninggal.

“Sehubungan dengan masih banyaknya angka kecelakaan kendaraan bermotor khususnya angkutan umum, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mewajibkan Perusahaan Otobus, Perusahaan Karoseri, pengemudi dan penumpang untuk menggunakan sabuk keselamatan demi menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan,” demikian dikutip dari siaran pers Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno menyampaikan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor, Pasal 2 ayat (1) bahwa setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis. Persyaratan teknis tersebut salah satunya terdiri atas perlengkapan keselamatan yang salah satunya adalah sabuk keselamatan atau seat belt.

“Setiap mobil bus yang akan digunakan bukan untuk angkutan perkotaan yang dibuat atau diimpor wajib melengkapi setiap tempat duduknya dengan sabuk keselamatan. Jenis dan spesifikasinya harus sesuai peraturan perundang-undangan,” ungkap Hendro.

Ia juga menegaskan untuk semua Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) yang ada di wilayah masing-masing agar saat melakukan pemeriksaan persyaratan teknis untuk lebih memperhatikan dan memeriksa keberadaan sabuk keselamatan.

“Apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai, maka kendaraan bermotor dinyatakan tidak lulus uji,” ujarnya.

Comments are closed.