Bek Thailand Minta Maaf Karena Diserang Netizen Indonesia Usai Dituding Provokasi Pemain Timnas Indonesia

250

Satubanten.com– Bek Thailand, Jonathan Khemdee, meminta maaf dan ampun kepada netizen Indonesia selepas dirinya dituding menyulut emosi pemain timnas U23 Indonesia di semifinal SEA Games 2021.

Berawal saat bek timnas U23 Indonesia, Firza Andika, menerjang pemain Thailand, Patrik Gustavsson, demi mencegahnya melakukan serangan balik pada babak extra time.

Setelah insiden yang melibatkan Firza Andika tadi, tiba-tiba salah satu pemain Thailand yaitu Jonatan Khemdee tampak melakukan provokasi kepada pemain timnas U23 Indonesia.

Aksi provokasi yang dilakukan oleh Jonathan Khemdee membuat para pemain timnas U23 Indonesia dan Thailand terlibat aksi saling dorong dan adu argumen di tengah lapangan.

Rupanya, para netizen Indonesia tak terima dengan sikap Jonathan yang dianggap sebagai provokator. Karena sikapnya itu, Timnas Indonesia U-23 harus kehilangan tiga pemainnya akibat kartu merah.

Untuk memberi efek jera, netizen Indonesia akhirnya beramai-ramai menyerang akun Instagram pertama Jonathan @/jonathankhemdee17.

Bukan hanya komentar saja, namun juga di-report secara bersamaan. Akibatnya, akun Instagram Jonathan tersebut hilang dari Instagram. Jonathan Khemdee bahkan sampai membuat Instagram baru yang mempunyai nama @Jonathan.Khemdee_.

Lewat akun tersebut, Jonathan meminta maaf atas kesalahannya saat melakukan provokasi pada laga timnas U23 Indonesia vs Thailand.

“Pertama-tama saya meminta maaf kepada semua penggemar sepak bola khususnya Indonesia atas tindakan saya yang seharusnya tidak saya lakukan di lapangan sebelumnya. Dan di sisi lain saya merasa sedih atas tindakan saya di lapangan saat menghadapi Indonesia di semifinal,” ujarnya

“Sekali lagi, saya minta maaf kepada semua pihak pendukung. Penggemar sepak bola Thailand, semua penggemar sepak bola Indonesia dan juga seluruh penggemar sepak bola atas tindakan saya. Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat Anda semua memaafkan saya?,” ucap dia mengakhiri. (**)

Comments are closed.