Pandeglang, Satubanten.com – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) mencatat kelahiran tiga anak Badak Jawa di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang.
Kelahiran tiga anak Badak Jawa masuk itu dalam catatan BTNUK karena terekam oleh kamera trap yang sebelumnya telah dipasang oleh petugas TNUK.
“Dimana ketiga anak Badak Jawa itu terekam kamera di wilayah Semenanjung Ujung Kulon,” katanya, 1 September 2024.
Ketiga individu baru anak Badak Jawa itu terekam kamera sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
“Adanya kelahiran anakan baru Badak Jawa ini kepastiannya didapatkan dari hasil Monitoring Badak Jawa (MBJ). Yang diikuti dengan analisis para ahli identifikasi Badak Jawa,” katanya.
Keberhasilan dalam memonitoring badak Jawa ini merupakan bagian dari perbaikan metode pemasangan kamera jebak dengan sistematik sampling (cluster). Kamera jebak merekam induk dan anak Badak Jawa yang diduga merupakan anakan baru dengan jenis kelamin satu ekor betina dan dua ekor jantan.
“Tiga anak Badak Jawa sudah memiliki kode dan namanya masing-masing,” katanya.
Individu baru anak Badak Jawa pertama berusia dua sampai lima bulan tertangkap kamera pada 4 Agustus 2023. Jenis kelaminnya betina dan diberi nama Estu. “Anak Badak bernama Estu ini dari Induk Badak Jawa bernama Kasih,” katanya.
Lalu, anak badak kedua diperkirakan berusia tujuh bulan terekam kamera pada tanggal 17 Mei 2024. Jenis kelamin jantan dan diberi nama Wirawono.
“Anak Badak bernama Wirawono ini lahir dari Induk Badak Jawa bernama Rislan,” katanya.
Selanjutnya, anak Badak Jawa ketiga diperkirakan berusia 10 bulan terekam kamera pada 27 Juni 2024. Berjenis kelamin jantan dan diberi nama Syauqi.
“Anakan Badak Syauqi ini dari induk Badak Jawa bernama Desy,” katanya.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Mamat Rahmat mengatakan, terekamnya tiga individu anak Badak Jawa baru di tahun 2023 sampai 2024 menjadi kabar gembira. Kerja keras dan upaya tim monitoring Badak Jawa serta penggunaan sistematik sampling (cluster) kamera jebak dan penerapan kebijakan Fully Protected Area di wilayah semenanjung Ujung Kulon dianggap berhasil.
“Kelahiran anakan Badak menunjukkan kenyamanan populasi Badak Jawa terhadap habitatnya,” katanya.(**)
Comments are closed.