Andre Taulany Respon Somasi Mantan Gitaris Band Stinky Ndhank Surahman

16

Satubanten.com- Andre Taulany dan band Stinky disomasi oleh mantan gitaris band, Ndhank Surahman Hartono. Mantan personel tersebut diketahui melarang Andre untuk membawakan lagu Mungkinkah yang ia ciptakan bersama pemain bas Irwan Batara.

Hal itu terjadi sebab awalnya Ndhank menilai, baik Stinky maupun Andre Taulany tidak memberikan royalti tiap kali lagu ciptaannya dibawakan di atas panggung. Namun kini ia mengatakan hanya mendapatkan royalti sebesar Rp250 – 500 ribu tiap kali lagu ‘Mungkinkah’ dimainkan.

Sebagai salah satu pencipta lagu, Ndhank merasa nominal tersebut sangat tidak layak. Ia merasa dirinya berperan paling banyak dalam menciptakan lagu Mungkinkah.

Ndhank bahkan membandingkan bayaran Stinky maupun Andre Taulany saat manggung yang dia taksir bisa mencapai Rp50 juta.

Namun, pihak Stinky menyebut nominal sebesar Rp250 ribu itu sudah cukup untuk diberikan sebagai royalti kepada Ndhank. Irwan Batara, pemain bas band itu, bahkan mengatakan besaran royalti yang diberikan Stinky lebih besar daripada Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan publisher.

Ndhank pun akhirnya melayangkan somasi kedua yang dibacakan oleh kuasa hukumnya, Firdaus Oiwobo. Ndhank juga meminta Andre Taulany untuk mengganti rugi sebesar Rp35 miliar dan meminta maaf di hadapan media.

Andre Taulany pun merespons tuntutan untuk membayar Rp35 miliar tersebut. Eks personel band Stinky itu juga merasa tuntutan Ndhank seperti pemerasan dan pemalakan.

“Kalau nuntut-nuntut enggak ada kejelasan kayak begini, itu sama saja dengan pemerasan. Malak jadinya,” ujar Andre Taulany.

Andre juga membantah tudingan dirinya mengabaikan atau meremehkan somasi yang dilayangkan oleh Ndhank pada pekan lalu.

Ia mengklaim selalu menerima tuntutan yang dilayangkan oleh Ndhank jika alasan dan status legalitas yang diajukan jelas.

“Mau menuntut saya atau mengajukan tuntutan berapa ya silakan saja, asal alasannya jelas, lalu legalitas standing-nya kuat,” ujar Andre Taulany. (**)

Comments are closed.