Satubanten.com- Warga sedulur Banten, Banten punya banyak sumber inspirasi untuk melahirkan karya kreatif. Batik Banten, tenun Baduy, gerabah Bumijaya, sate bandeng, rabeg, hingga seni pertunjukan tradisional menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang dikenal lebih luas.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan Ide.Ind 2026 di Main Atrium AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).
Menurut Wagub Dimyati, penguatan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu kreator mengolah kekayaan lokal menjadi produk modern yang memiliki daya saing, tanpa kehilangan identitas Banten.
Pemprov Banten turut mendorong pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif melalui Banten Creative Fest Ramadan 2026 yang menghadirkan lebih dari 80 jenama fesyen dan gaya hidup lokal serta lebih dari 50 gerai kuliner. Pembinaan UMKM melalui Program Jawara UMKM dan penguatan koperasi sebagai jalur pemasaran juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Wagub Dimyati juga mengajak pelaku ekonomi kreatif mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) atas jenama dan karya mereka. Perlindungan karya menjadi penting karena kreativitas memiliki nilai ekonomi yang perlu dijaga.
Ajang Ide.Ind 2026 yang berlangsung pada 6–8 November 2026 ini menghadirkan kurasi jenama dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus kesempatan bagi jenama lokal untuk memperluas pasar.
Warga sedulur Banten, produk kreatif khas Banten apa yang menurut Anda paling berpotensi dikenal hingga tingkat nasional dan global? Batik Banten, tenun Baduy, kuliner, kerajinan, atau produk lainnya?