JAKARTA (8/10) — Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) mendorong terbangunnya kolaborasi strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam pengembangan sumber daya manusia, perluasan akses lapangan kerja, pendidikan vokasional, serta penguatan kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dengan Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli di Kementerian Ketenagakerjaan. Rombongan PB MA dipimpin Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM., didampingi Ketua Majelis Amanah KH. Embay Mulya Syarif, Ketua Majelis Fatwa Prof. KH. Syibli Sarjaya, Wakil Ketua Umum Bidang Kesos Muhammad Arif Kirdiat, SH., Sekretaris Jenderal H. Yanuar Arif Wibowo, SH., M.I.Pol., dan Bendahara Umum H. Ulfi Khadafi. Menteri Yassierli didampingi Staf Khusus Prof. Sukro Muhab.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Dr. KH. Jazuli Juwaini mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi konkret untuk memajukan umat dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
“Mathla’ul Anwar sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki sejarah panjang merasa terpanggil untuk ikut menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial,” ujar Jazuli.
Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu dijawab bersama adalah bagaimana memastikan generasi muda memiliki keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, PB Mathla’ul Anwar melihat program-program Kemnaker dalam pendidikan dan pelatihan kerja memiliki ruang kolaborasi yang sangat luas dengan ekosistem pendidikan Mathla’ul Anwar yang tersebar di berbagai daerah.
“Banyak anak muda, alumni, dan kader Mathla’ul Anwar yang membutuhkan akses terhadap keterampilan kerja dan kewirausahaan. Kami ingin program siap kerja dan wirausaha yang dikembangkan Mathla’ul Anwar dapat inline dengan program-program Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Jazuli.
Kolaborasi tersebut dinilai strategis karena PB Mathla’ul Anwar memiliki jaringan organisasi dan lembaga pendidikan yang panjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Ekosistem tersebut dapat menjadi basis penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas jangkauan program ketenagakerjaan hingga ke masyarakat.
Kemnaker Buka Ruang Kolaborasi Konkret
Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menyambut baik kehadiran jajaran PB Mathla’ul Anwar dan membuka ruang yang luas untuk membangun kemitraan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Yassierli juga menyampaikan apresiasi atas kepengurusan baru PB Mathla’ul Anwar di bawah kepemimpinan KH. Jazuli Juwaini.
“Kemnaker tentu melihat ormas sebagai mitra strategis. Apalagi Mathla’ul Anwar memiliki massa, jaringan lembaga pendidikan, bahkan perguruan tinggi. Banyak hal yang bisa kita kolaborasikan,” ujar Yassierli.
Menurutnya, Kemnaker memiliki berbagai program yang dapat dikolaborasikan dengan jaringan Mathla’ul Anwar, antara lain program pelatihan keterampilan siap kerja dan kewirausahaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta berbagai fasilitas pelatihan yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan di sejumlah provinsi.
Kemnaker juga memiliki program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang dapat diperkuat melalui dukungan program dan peningkatan kapasitas sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Selain pelatihan kerja, ruang kolaborasi juga terbuka dalam pengembangan pendidikan vokasional. Mathla’ul Anwar memiliki sejumlah sekolah kejuruan atau SMK yang potensial dikembangkan melalui sinergi kurikulum, peningkatan kompetensi, hingga penguatan jalur pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Ketenagakerjaan.
“Mathla’ul Anwar bisa leading sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengembangkan pendidikan vokasional,” kata Yassierli.
Dari Silaturahim Menuju Kerja Sama Nasional
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mengambil peran dalam mendukung agenda nasional peningkatan kualitas SDM dan perluasan kesempatan kerja.
“Ini bukan hanya tentang Mathla’ul Anwar, tetapi bagaimana jaringan pendidikan dan kekuatan masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi nasional. Kita ingin anak-anak muda kita memiliki keterampilan, memiliki pekerjaan, dan kalau memungkinkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan,” ujar Jazuli.
Ia menambahkan, sinergi dengan Kemnaker diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mempercepat peningkatan kualitas angkatan kerja, terutama di daerah-daerah yang memiliki jaringan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar.
Menaker Yassierli mengapresiasi kesiapan PB Mathla’ul Anwar untuk turut menyukseskan program pemerintah dalam pengembangan SDM angkatan kerja, khususnya generasi muda dan kader-kader Mathla’ul Anwar.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membuka proses menuju kerja sama yang lebih konkret melalui penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) di tingkat nasional.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program bersama, mulai dari pelatihan keterampilan siap kerja, pengembangan kewirausahaan, penguatan BLK Komunitas, pendidikan vokasional di lingkungan sekolah Mathla’ul Anwar, hingga pengembangan jalur pendidikan dan karier bagi generasi muda.
Dengan jaringan pendidikan dan sosial yang dimiliki Mathla’ul Anwar serta program dan infrastruktur ketenagakerjaan yang dimiliki pemerintah, kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan akses yang lebih luas terhadap keterampilan, pekerjaan, dan peluang usaha bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi masyarakat dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.