JAKARTA – Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini berada di jalur menuju pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kamis (1/10/2026).
Persetujuan diberikan setelah Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Seluruh anggota Komisi III yang mewakili delapan fraksi menyetujui calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Rekam jejak kariernya banyak bersentuhan dengan bidang reserse dan penegakan hukum sebelum kemudian bergerak ke kepemimpinan kewilayahan hingga memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Karier Suyudi di bidang reserse antara lain dimulai dari Resmob Polda Metro Jaya sebagai Kanit II. Ia kemudian pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, serta Jakarta Barat.
Pengalaman Suyudi tidak berhenti pada bidang penyidikan. Ia juga pernah memimpin sejumlah kepolisian wilayah, mulai Kapolsek Pasar Minggu, Tanah Abang dan Penjaringan hingga menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota serta Kapolres Metro Jakarta Pusat pada rentang 2014-2017.
Jejaknya kemudian kembali bersinggungan dengan penanganan kejahatan pada level yang lebih tinggi.
Suyudi pernah bertugas di Bareskrim Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus), Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber), serta Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II.
Kariernya berlanjut ketika dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023. Setahun kemudian, Juni 2024, Suyudi mendapat amanah menjadi Kapolda Banten.
Dipercaya Prabowo Memimpin BNN
Perjalanan karier Suyudi memasuki fase berbeda pada 2025. Presiden Prabowo Subianto menunjuknya menjadi Kepala BNN RI menggantikan Marthinus Hukom.
Suyudi dilantik Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada 25 Agustus 2025. Pengangkatannya didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Tinggi Utama di lingkungan BNN.
Beberapa pekan setelah dilantik, tepatnya 12 September 2025, Suyudi mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi. Upacara kenaikan pangkat tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri.
Saat memimpin BNN, Suyudi menghadapi persoalan kejahatan narkotika yang semakin bersifat lintas negara. Namanya antara lain mendapat perhatian setelah pengungkapan perkara penyelundupan sekitar dua ton sabu yang dikaitkan dengan jaringan internasional.
Di BNN, Suyudi juga mendorong penggunaan pendekatan berbasis sains, data dan bukti dalam penyusunan kebijakan pemberantasan narkotika. Pada Januari 2026, ia menyebut rekomendasi berbasis bukti diperlukan karena ancaman narkotika semakin kompleks dan bergerak cepat.
Kini perjalanan panjang dari reserse, kepolisian kewilayahan hingga pemberantasan narkotika membawa Suyudi menuju jenjang tertinggi dalam struktur Polri.
Setelah mendapat persetujuan secara aklamasi Komisi III DPR RI, proses pencalonan Suyudi berlanjut melalui mekanisme konstitusional di DPR sebelum pengangkatan dan pelantikan Kapolri oleh Presiden.
Jika seluruh tahapan tersebut selesai, Suyudi akan menggantikan Listyo Sigit Prabowo yang memimpin Polri sejak Januari 2021.
Pergantian ini sekaligus membuka fase baru bagi institusi Polri dengan sederet agenda yang menunggu, mulai profesionalisme penegakan hukum, integritas internal, kualitas pelayanan publik hingga kepercayaan masyarakat. (**)