Jakarta- TNI Angkatan Darat berencana menempatkan helikopter serang multifungsi Mi-35M di Papua mulai Oktober 2026. Langkah ini menjawab tantangan geografis ekstrem serta keterbatasan akses logistik di pegunungan pedalaman Papua.
Helikopter buatan Rusia ini dilengkapi persenjataan lengkap yang memungkinkannya melakukan serangan secara mandiri. Selain itu, Mi-35M memiliki kabin lapang untuk membawa pasukan khusus ke titik-titik tertentu sekaligus melakukan dropping—sesuatu yang tidak bisa dilakukan helikopter serang Apache.
Armada ini juga dapat melakukan evakuasi medis dan mengangkut logistik hingga tiga ton demi memperkuat kedaulatan negara serta mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan di Papua.
Kasad mengngkapkan helikopter Mi-35M yang baru saja dibeli dari Rusia siap dikirim ke Papua untuk mendukung misi kemanusiaan.
Seperti halnya Apache, heli Mi-35M yang baru saja dibeli ini dilengkapi kanon dibawah moncongnya yang dapat dikendalikan dari dalam kabin.
Selain untuk operasi kemanusiaan helikopter ini juga dapat digunakan untuk mendukung operasi lainnya sesuai kebutuhan.