Satu berita mengulas segalanya

Presiden Prabowo Jawab Kritik TNI-Polri Ikut Jadi Petani: ” Silahkan, Siapa Yang Mau Di Daerah-Daerah Susah Itu?”

Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan TNI dan Polri dilibatkan dalam sejumlah kegiatan di ruang sipil, termasuk sektor pertanian.

Prabowo mengatakan, keterlibatan aparat tersebut dilakukan antara lain di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan membutuhkan kehadiran negara.

“Sekarang begini, banyak yang protes ada apa tentara polisi ikut pertanian. Sekarang silakan siapa yang mau di daerah-daerah susah itu?” kata Prabowo dalam video yang diunggah di kanal YouTube Prabowo Subianto, Kamis (17/9/2026).

Prabowo juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Ia menyebut Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota, sementara jumlah batalyon manuver organik sebelumnya sekitar 140.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah tidak memiliki kehadiran personel TNI yang memadai. Ia menilai kekosongan kehadiran aparat dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal seperti pembalakan liar, pertambangan ilegal, hingga pembukaan kebun sawit di kawasan hutan lindung.

Pemerintah juga berencana membentuk batalyon pembangunan di setiap kabupaten/kota. Prabowo menegaskan bahwa pelibatan TNI-Polri menurutnya bukan semata-mata soal mempersempit ruang sipil, tetapi berkaitan dengan kehadiran negara dan pengelolaan sumber daya alam.