Mahasiswa Universita Pamulang. Nama Anggota 1 : Felisa Delita Sahara
Nama Anggota 2 : Marselius Faldilatar
Nama Anggota 3 : Salsa Adelia
Nama Anggota 4 : Zahirah Safadina
Satubanten.com- Akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang secara khusus mempelajari proses
pencatatan, penggolongan, peringkasan, hingga pelaporan segala beban pengeluaran yang timbul selama siklus produksi berlangsung.
Struktur pengeluaran operasional secara umum dibagi ke dalam tiga klaster
elemen utama :
●Biaya Bahan Baku : Nominal yang dikeluarkan untuk pengadaan material
utama pembuat produk Pada Warkop Bahagia, biaya ini mencakup pasokan
kopi, gula, susu, teh, mie instan, roti, dan air mineral
●Biaya Tenaga Kerja : Kompensasi finansial berupa gaji, upah pokok, maupun bonus berkala yang diserahkan kepada para staf/karyawan yang melayani operasional harian
●Biaya Overhead : Seluruh beban pengeluaran di luar bahan baku utama dan upah kerja yang sifatnya mendukung aktivitas usaha, Contohnya meliputi tagihan listrik, pemakaian air bersih, pembelian gas LPG, biaya langganan internet, hingga penyediaan alat-alat kebersihan warkop
Harga Pokok Produksi (HPP) dan Cost Plus Pricing
Harga Pokok Produksi (HPP) mencerminkan akumulasi nilai ekonomi dari bahan baku, tenaga kerja, serta overhead yang diserap untuk menghasilkan satu unit komoditas
niaga.
Setelah nilai riil HPP ditemukan, pelaku UMKM dapat memakai strategi cost plus
pricing untuk mengunci keuntungan (p. 9). Metode ini menetapkan harga jual akhir dengan cara menambahkan nominal persentase margin keuntungan tertentu di atas total HPP yang sudah dihitung (p. 9). Pola ini menjamin seluruh ongkos produksi ter- cover penuh oleh omzet penjualan sekaligus mengamankan target profit bisnis.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar Warkop Bahagia sebagai objek
pendampingan utama, dengan fokus sasaran tertuju pada pemilik usaha selaku pengambil kebijakan keuangan tertinggi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, mulai pukul 16.00 hingga 17.40 WIB di lokasi mitra, Jl. Srengseng Raya, Jakarta Barat.
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan program PMKM di Warkop Bahagia mendapatkan sambutan yang hangat dan partisipasi aktif dari pemilik usaha. Sebelum tim pengabdian terjun ke lapangan, tata kelola keuangan mitra tergolong sangat lemah. Ketidakmampuan memilah pos
pengeluaran membuat arus kas usaha bercampur baur dengan uang dompet pribadi pemilik, sehingga laba bersih bulanan menjadi abu-abu.
Selama proses sosialisasi, tim memandu pemilik untuk mengidentifikasi
pengeluarannya secara mandiri. Belanja harian seperti bubuk kopi dan mi instan
dimasukkan ke akun bahan baku, sedangkan pembayaran tagihan listrik bulanan dikategorikan sebagai beban overhead. Tim juga mendemonstrasikan simulasi penentuan harga menu es kopi susu menggunakan formulasi cost plus pricing agar margin keuntungan yang ditargetkan rasional dan terukur.