Pembelajaran Interaktif Menggunakan Multimedia di Sekolah Dasar

Muhammad Faiz
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
E-mail: muhfaiz0111@gmail.com

Yeti Supriyanti
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
E-mail: yeti.supriyanti3@gmail.com
Lukman Nulhakim
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
E-mail: lukmannulhakim@untirta.ac.id
Abstract
Improving the quality of education is a specific factor that is very important in efforts to improve the quality of human resources. The world of education cannot be separated from the globalisation of technology that is increasingly developing today. The world of education really feels the need to deliver material using computer media. The strategy in this method uses library research by understanding and examining the theories found in various research works. Multimedia is a new concept and technology in the field of information technology, information in the form of text, images, sound, animation, and video combined in a computer to be stored, processed, and used. Learning using multimedia should pay attention to the characteristics of its components, such as learning objectives, teaching materials, learning strategies and evaluation. The rapid development of media demands education for users, requiring internet quota if learning multimedia is done online. In designing learning multimedia, it is necessary to pay attention to all these aspects so that the learning material is effective, interesting, and in accordance with the needs of students.
Keywords: Interactive Learning, Multimedia Usage, Primary School
Abstrak
Peningkatan mutu pendidikan merupakan faktor spesifik yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia. Dunia pendidikan tidak bisa lepas dari era globalisasi teknologi yang semakin berkembang saat ini. Dunia pendidikan sangat merasakan perlunya penyampaian materi dengan menggunakan media komputer. Strategi dalam metode ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan memahami dan menelaah teori-teori-teori yang ditemukan dalam berbagai karya penelitian. Multimedia adalah suatu konsep dan teknologi baru dalam bidang teknologi informasi, informasi berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video yang digabungkan dalam komputer untuk disimpan, diproses, dan digunakan. Pembelajaran menggunakan multimedia hendaknya memperhatikan karakteristik komponen-komponen nya, seperti tujuan pembelajaran, materi ajar, strategi pembelajaran dan evaluasi. Perkembangan media yang sangat pesat perkembangannya menuntut edukasi bagi pengguna, membutuhkan kuota internet jika multimedia pembelajaran dilakukan secara online. Dalam merancang multimedia pembelajaran, perlu memperhatikan semua aspek-aspek ini agar materi pembelajaran efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kata kunci: Pembelajaran Interaktif, Penggunaan Multimedia, Sekolah Dasar
PENDAHULUAN
Di era modern ini perkembangan zaman atau arus globalisasi yang pesat telah mempengaruhi kehidupan manusia dalam segala aspek seperti ekonomi, seni, politik dan pendidikan. Tidak dapat di pungkiri arus globalisasi begitu cepat, setiap individu dihadapkan pada dua pilihan yaitu memposisikan dirinya dan berperan sebagai agen arus globalisasi, atau menjadi korban dan membiarkan dirinya terhanyut oleh derasnya arus globalisasi. Masuknya globalisasi ke dalam dunia pendidikan dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Dalam konteks ini, kapasitas guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting.
Peran dan tugas guru semakin berat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai elemen kunci dalam dunia pendidikan harus mampu mengikuti bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di masyarakat. Sekolah juga harus mampu berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara ilmiah (akademik) maupun spiritual.Untuk membantu meningkatkan kemampuan guru yang berkualitas, jika sekolah tersebut mampu maka sekolah harus memfasilitasi segala persoalan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Agar proses pembelajaran tidak monoton dan siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Namun sayangnya sekolah-sekolah di Indonesia masih kekurangan sarana dan prasarana untuk melayani proses pembelajaran. Contohnya di daerah terpencil masih membutuhkan bantuan pendidikan sedangkan di kota-kota besar sebaliknya.
Kurangnya pemerataan fasilitas tersebut dianggap kurang adil, karena pemerintah menerapkan kurikulum 2013 di Indonesia. Tentu hal ini dirasa sangat berat untuk tenaga pendidik maupun peserta didik di daerah tertentu. Contohnya saja ketika pemerintah menerapkan Ujian Nasional berbasis komputer, tentu saja di kota-kota besar sudah tersedianya komputer sedangkan di daerah terpencil masih banyak sekolah yang kekurangan sarana dan prasarana. Bahkan di daerah terpencil masih minim untuk mengakases internet dan listrik.
Kesetaraan pendidikan paling tidak mencakup persamaan kesempatan, akses dan pemerataan. Kesetaraan kesempatan berarti setiap anak di seluruh negeri mempunyai akses yang sama terhadap pendidikan, menurut UU No. 2 / 1989; Pasal 30/1945 UUD. Aksesibilitas memberikan kesempatan bagi seluruh anak di suatu negara untuk mempunyai pilihan akses yang sama terhadap pendidikan, pada semua jenis, jenjang pendidikan. Masyarakat pedesaan mempunyai akses pendidikan yang sama dengan masyarakat perkotaan.
Peningkatan mutu pendidikan merupakan faktor spesifik yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia. Demikian pula, sangat penting untuk memperhatikan masalah prestasi belajar. Peserta didik masih banyak menghadapi permasalahan umum, terutama mereka yang belum mencapai hasil belajar yang kurang memuaskan. Sebenarnya banyak sekali faktor penyebab kegagalan dalam bidang pembelajaran, baik faktor dari dalam diri siswa maupun.
Faktor dari luar siswa, seperti rendahnya tingkat kecerdasan, kurangnya motivasi belajar, buruknya metode, metode pembelajaran yang kurang efektif, kurangnya frekuensi. dan waktu belajar, rendahnya disiplin diri, materi pembelajaran atau bahan ajar belum disediakan oleh sekolah. Dunia pendidikan tidak bisa lepas dari era globalisasi teknologi saat ini. Dunia pendidikan sendiri sangat merasakan perlunya pemberian materi dengan menggunakan media komputer saat ini. Karena bisa dikatakan bahwa komputer saat ini juga memiliki peran yang sangat besar untuk meningkatkan mutu pendidikan dan juga kualitas peserta didiknya. Khususnya teknologi multimedia.
Multimedia pembelajaran menjanjikan potensi besar untuk mengubah cara orang belajar, menerima informasi, mengolah informasi, dan banyak lagi. Selain memberikan manfaat bagi siswa, teknologi multimedia juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan teknik pembelajaran yang memberikan hasil maksimal, seperti yang disampaikan oleh (Daryanto, 2015),
Kelebihan multimedia adalah proses pembelajaran lebih menarik, interaktif, waktu mengajar dapat dikurangi, dan kualitas belajar siswa meningkat. Peningkatan dan pengembangan kompetensi teknologi multimedia akan meningkatkan pengetahuan siswa.
Untuk mengatasi permasalahan sumber daya manusia (SDM) maka kapasitas atau guru perlu ditingkatkan. Faktor utama penentu mutu pendidikan adalah guru. Guru yang langsung berkomunikasi dengan siswa di kelas melalui proses belajar mengajar. Di tangan guru, peserta didik yang berkualitas akan terlatih secara akademis, terampil, matang secara emosional dan moral, serta sesuai secara spiritual dengan perkembangan zaman.
Banyak kelompok yang kini membatasi pengertian tentang apa yang dimaksud dengan media. Ada banyak sekali definisi media menurut para ahli: Salah satu alat bantu yang dapat digunakan guru untuk memberikan pelajaran agar siswa tertarik dengan pelajaran yang disampaikan adalah media pembelajaran (Wulandari et al., 2023).
Fungsi lain dari media pembelajaran adalah untuk mendorong motivasi siswa, memperkuat materi pembelajaran, memberikan rangsangan belajar, memungkinkan adanya respon dari siswa, umpan balik seketika, dan mendorong adanya latihan yang tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru dapat menggunakan media pembelajaran untuk menyampaikan informasi kepada siswa dengan cara yang memungkinkan mereka untuk memahaminya dengan mudah.
METODE
Metode ini menggunakan penelitian kepustakaan sebagai bentuk studi kepustakaan dengan memahami dan menganalisis teori yang ditemukan dalam berbagai karya penelitian. Penelitian kepustakaan mengikuti empat garis besar: pertama, mendapatkan perangkat yang diperlukan; kedua, mencari referensi yang relevan; ketiga, menyisihkan waktu untuk belajar; dan keempat, mencatat bahan penelitian. Terakhir, ini melibatkan pencarian data dan pengumpulan informasi dari literatur yang dipublikasikan, seperti penelitian, buku, dan jurnal. Analisis deskriptif dan kontekstual digunakan. Informasi kepustakaan yang dikumpulkan dari berbagai sumber diteliti secara menyeluruh untuk mendukung makna dan konsep (Fadli, 2021).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengertian Multimedia Pembelajaran
Multimedia merupakan sebuah tempat atau kombinasi berbagai media, yang kemudian disebut sebagai komponen. Teks, gambar, suara, animasi, dan video adalah komponennya. Multimedia adalah konsep dan teknologi baru di bidang teknologi informasi yang memungkinkan informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi, dan video disatukan dalam komputer sehingga dapat disimpan, diproses, dan disajikan.
Multimedia pembelajaran adalah suatu media yang digunakan dalam proses pembelajaran yang memadukan secara terpadu dua atau lebih unsur multimedia meliputi teks, grafik, gambar, gambar, audio, video dan animasi, tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kini sudah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia zaman sekarang. Media pembelajaran nampaknya dapat membantu guru mencapai tujuan pendidikan.
Menurut Daryanto (2015), multimedia memiliki banyak manfaat untuk pembelajaran, ini termasuk membuat pelajaran lebih menarik dan interaktif. mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar, meningkatkan kualitas pendidikan siswa, memungkinkan pembelajaran dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dapat meningkatkan sikap siswa.
Karakteristik Multimedia Pembelajaran
Sebagai salah satu komponen pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran memerlukan perhatian terhadap karakteristik komponen lainnya, seperti tujuan pembelajaran, materi, strategi, dan penilaian. Tidak semua alat teknologi dapat digambarkan sebagai multimedia. Suatu alat dapat dikatakan multimedia apabila memenuhi ciri-ciri tertentu. Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri multimedia menurut para ahli, khususnya :
Menurut (Ali Mudlofi, 2016) menjelaskan bahwa ciri-ciri multimedia adalah :
1. Terdapat tautan yang menghubungkan orang yang digunakan dengan informasi.
2. Dilengkapi dengan alat navigasi yang memungkinkan pengguna tanpa bantuan orang lain menavigasi jaringan data yang saling berhubungan.
3. Multimedia memungkinkan pengguna mengumpulkan, mengolah, dan mengkomunikasikan informasi secara interaktif melalui konsep. Ini memungkinkan pengguna memasukkan dan mengubah tampilan sesuai keinginan mereka.
Fungsi dan Keunggulan Media Pendidikan
Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya mengajar dengan metode ceramah saja. Jika guru tetap mengajar dengan menggunakan metode presentasi, maka siswa merasa cepat bosan dan pembelajaran menjadi monoton. Untuk itu guru membutuhkan media pembelajaran dalam mengajar. Dengan media, guru dapat membantu siswa menjadi lebih aktif dan pembelajaran tidak monoton. Media sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan pasti sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Menurut (Rusman,2013), berpendapat bahwa media sangat penting untuk proses pembelajaran, terutama untuk membantu siswa belajar. Metode dan sarana pembelajaran berhubungan satu sama lain dan sangat penting untuk pembelajaran. Pemilihan pendekatan akan menentukan media pembelajaran yang digunakan. Sebelum digunakan, media pembelajaran harus dianalisis.
Media harus membuat siswa berpikir dan melakukan sesuatu, yang menjadikannya alat pendidikan untuk membuat siswa berpikir kritis sehingga menghasilkan pengajaran yang efektif., materi harus dirancang dengan lebih sistematis dan psikologis dari sudut pandang prinsip-prinsip pembelajaran. Media pembelajaran harus mampu membuat belajar menyenangkan dan memenuhi kebutuhan individu siswa
Menurut (Sudjana & Rivai,1992), dikutip oleh (Azhar Arsyad, 2013), berpendapat bahwa beberapa manfaat media pembelajaran untuk proses belajar siswa adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran akan menarik perhatian siswa, meningkatkan motivasi mereka untuk belajar.
2. Materi akan lebih jelas dan bermakna, sehingga siswa lebih mudah memahami, menguasai, dan mencapai tujuan pembelajaran.
Dari uraian teori di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran sangat membantu dalam penyampaian pesan dan isi pembelajaran sehingga dapat memotivasi siswa dalam belajar dan memberikan makna yang lebih dalam proses belajar.
Teknologi dalam Pendidikan
Komputer, televisi, laboraturium bahasa, dan berbagai media yang diproyeksikan serta alat lainnya yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi termasuk dalam teknologi pendidikan. Semua yang termasuk dalam kategori audio-visual pendukung dapat dikategorikan sebagai teknologi dalam pendidikan. Hamalik (2000), dikutip ulang oleh Ishak Abdulhak (2013).
Teknologi pendidikan, terutama dengan alat bantu audio visual, sangat penting. Perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat dapat meningkatkan kinerja, efisiensi, dan kualitas pembelajaran.. Hal inilah yang menjadi landasan berkembangnya teknologi dalam pendidikan saat ini.
Dokumentasi berarti menggunakan teknik-teknik teknis seperti optik, elektronik, kemudian dikembangkan perangkat lunak sebagai bahan pembelajaran yang diselaraskan dan didasarkan pada psikologi dan teori pembelajaran, dari situlah muncul pemikiran tentang perlunya desain belajar mengajar, dan akhirnya muncul interpretasi baru, yang disebut teknologi pendidikan.. (Ishak Abdulhak, 2013)
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa semua alat khususnya mencakup dengan pendidikan yang digunakan untuk menyajikan data atau informasi dapat diartikan sebagai teknologi dalam pendidikan, kemudian efiensi dan efektivitas, serta kualitas pembelajaran dari teknologi dalam pendidikan dapat diperbaiki atau ditingkatkan.
Karakteristik Media
Guru harus mengetahui karakteristik media yang digunakan sebelum menggunakannya. Karakteristik yang digunakan adalah media harus sesuai dengan tujuan pembelajaran agar sesuai dengan pembuatan dan kelaikan media yang digunakan. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian media. Sebelum menggunakannya, perlu untuk dapat membandingkan dengan konstruksi alat pengajaran yang berbeda (Rahma, 2019).
Adapun karakteristik media pembelajaran sebagai berikut: Imajinatif. Media pembelajaran harus bersifat permanen dalam arti dapat merekam, menyimpan, dan menampilkan kejadian atau objek dari waktu ke waktu. Dengan demikian, kita dapat membuat sketsa, memotret, merekam, atau memfilmkan objek, menyimpannya, dan menelaahnya. Manipulatif. Pengoperasian media pembelajaran harus sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan objek atau kejadian yang sudah jadi dan memodifikasi atau mengubahnya sesuai dengan kebutuhan untuk membantu proses belajar mengajar.
Aksesibilitas guru dan siswa yang bertindak sebagai target harus memiliki akses ke materi pendidikan yang
digunakan dalam proses pembelajaran. Aksesibilitas media dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan dan tujuan dari proses pembelajaran itu sendiri. Interaktif. Kemampuan siswa untuk merespon, atau menanggapi dengan berbagai cara, terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Media pembelajaran dapat digunakan untuk menjelaskan tugas dan bahan ajar serta tujuan pembelajaran. Mendukung materi pembelajaran. Sumber belajar yang diberikan guru kepada siswa harus sesuai dengan materi pembelajaran di kelas. Siswa akan sulit memahami materi pelajaran yang disampaikan jika guru tidak dapat menggunakan media pembelajaran secara efektif untuk mengkomunikasikan materi pelajaran. Sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, terutama dalam hal kemampuan kognitif, tahap perkembangan, dan pengalaman belajarnya. Keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar dapat dipengaruhi oleh pemilihan media yang tepat efektif dan efisien.
Ekspresif. Presentasi lisan dari materi pembelajaran yang dibuat oleh guru harus diartikulasikan dalam media pembelajaran. Ketika materi pembelajaran disajikan melalui media pembelajaran, hambatan komunikasi kelas seperti verbalisasi, kesalahpahaman, kurangnya perhatian, dan pemahaman siswa yang buruk dapat dihindari. Melampaui waktu, ruang, dan persepsi. Keterbatasan ruang, waktu, dan persepsi indera harus diatasi dengan alat bantu pembelajaran yang digunakan. (Nurrahman et al., 2022).
Kelebihan dan Kekurangan Multimedia Pembelajaran
Multimedia tidak hanya dapat menarik perhatian dan menarik perhatian, tetapi juga dapat memberikan informasi yang dapat dilihat, didengar, dan digunakan. Oleh karena itu, mereka adalah alat yang sangat efektif untuk pengajaran dan pembelajaran. Dengan demikian, ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari multimedia. Berikut adalah beberapa kelebihan dari multimedia pembelajaran. Menurut (Andi Prastowo, 2013), berpendapat bahwa efektivitas multimedia dapat dilihat dari beberapa kelebihan yaitu:
a. Membuat perubahan dengan menggunakan media lain Sesuai kebutuhan, data ini dapat diubah, ditambah, diperluas, atau digunakan.
b. Penggunaan aplikasi interaktif dalam pembelajaran dapat membantu dan membangun hubungan antara guru dan siswa di luar kelas. menyediakan alat dan bahasa pemrograman yang memungkinkan Anda membuat aplikasi inovatif.
1. Kekurangan Multimedia Pembelajaran
(Yudhi Munadi, 2013), mengatakan media yang power full dalam kemampuan dan penyajiannya, multimedia juga memiliki kekurangan, antara lain kekurangan multimedia yang dipaparkan.
a. Pengembangannya membutuhkan tim yang profesional dan memakan banyak waktu.
b. Hambatan bagi penyandang disabilitas atau keterbatasan kemampuan.
c. Minta spesifikasi teknis lengkap untuk perangkat.
d. Pesatnya perkembangan media selalu memerlukan edukasi kepada penggunanya.
e. Memerlukan kuoata Internet atau paket data jika multimedia disajikan secara online.
Dengan adanya kelemahan dalam multimedia menjadikan seorang pendidik harus lebih kreatif dalam menumpahkan ide-idenya untuk membuat media. Hal ini agar siswa lebih tertarik dengan media yang digunakan. Dan kelemahan ini jangan dijadikan suatu halangan untuk membuat media, khususnya berupa multimedia.
Selain dapat menarik perhatian siswa, dengan adanya media pembelajaran multimedia ini juga membutuhkan keterampilan yang sangat kreatif. Jika seorang pendidik ingin menggunakan media berupa multimedia maka dituntut harus memiliki ide-ide dan keterampilan untuk merancang dan membuat media tersebut. Adapula kelemahan multimedia ini hanya membuat peserta didik tertarik dengan gambarnya saja, untuk meteri yang ada dalam media tersebut kadang tetap sulit dicerna oleh peserta didik.
Berbagai Media
pada tujuan dari proses pembelajaran, berbagai media pembelajaran dapat digunakan selama proses pengajaran. Sumber daya pendidikan media serupa yang dapat digunakan dalam tugas pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam kategori berikut: Publikasi: buku, jurnal, dan surat kabar. Alat bantu visual: seperti foto, lukisan, peta, poster, grafik, dan diagram Pameran meliputi papan pengumuman, papan flanel, papan pengumuman jilid, dan papan pengumuman display. Barang-barang yang diproduksi: film, slide, transparansi, dan proyektor. Rekaman audio: pita kaset, piringan hitam, dan kaset video. Produk: kamera, tape recorder, dan thermofek (untuk membuat transparansi). Alat penyiaran: program radio dan televisi. Tampilan periferal gambar dan suara: TV, film suara. Alat-alat tiruan: model alat irisan, model tubuh manusia. Ada juga media lain yang kita kenal, antara lain sebagai berikut: diorama, wayang, dan wayang orang (Fadjarajani et al., 2020).
Jenis Media
Ada berbagai jenis materi dalam media pendidikan, yaitu: Komponen suara-bunyi: film bersuara. Komponen suara semimotion: pidato jarak jauh. Komponen gambar bergerak: film bisu. Komponen gambar diam: foto. Komponen suara: radio. Komponen media cetak: artikel, buku, majalah (Rahma, 2019).
Penggunaan Media Pembelajaran di Sekolah Dasar
Berkembangnya TIK menjadi semakin penting pada saat ini dan masa yang akan datang, dimanfaatkan oleh sebagian penggiat pendidikan untuk memulai memindahkan ujian atau ulangan dari untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sarana TIK perlu dijadikan sebagai sarana dalam proses evaluasi hasil belajar siswa, karena selama ini guru masih mengevaluasi siswa dengan menggunakan metode lama yaitu dengan sistem berbasis kertas.
Kekurangan materi pembelajaran berbasis kertas adalah memerlukan biaya yang cukup besar karena harus membuat soal dan lain-lain. Terkadang ada kekhawatiran tulisan tidak jelas atau buram, dan kualitas fotocopy terkadang kurang bagus. Hal ini tentu akan menyulitkan siswa dalam menjawab pertanyaan. Berbeda dengan penilaian yang berbasis teknologi, pertanyaan diajukan melalui komputer dan siswa hanya perlu menjawab pertanyaan untuk segera dinilai, sehingga lebih nyaman, ekonomis, efektif dan bebas biaya fotokopi.
Pada prinsipnya nilai kepraktisan dapat menghadirkan kemudahan dalam segala proses memanfaatkan TIK. Sementara itu, nilai ekonomi dalam hal ini adalah adanya pemanfaatan TIK penyelenggaraan pendidikan menjadi lebih murah dan efektif. Menurut (Sutrisno, 2013), pemanfaatan TIK dapat memperoleh beberapa manfaat, yaitu:
1. Komputer dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat.
2. Dapat melakukan pekerjaan secara akurat dan meminimalkan human error.
3. Meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa.
Berikut beberapa contoh aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat kuis online, antara lain:
1. Testmoz
Testmoz adalah sebuah aplikasi pembelajaran daring yang digunakan untuk membuat dan mengelola ujian atau tes secara online. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pendidik, instruktur, atau guru dalam membuat, mengedit, dan mengelola berbagai jenis tes atau kuis, termasuk pilihan ganda, pertanyaan pendek, dan sebagainya. Beberapa fitur yang umumnya terdapat dalam aplikasi seperti Testmoz meliputi:
- Pembuatan Tes: Memungkinkan pengguna untuk membuat berbagai jenis pertanyaan dan mengelompokkannya ke dalam tes atau kuis yang sesuai.
- Beragam Tipe Pertanyaan: Testmoz umumnya mendukung tipe pertanyaan seperti pilihan ganda, pertanyaan singkat, dan pertanyaan esai.
- Otomatisasi Penilaian: Aplikasi ini dapat secara otomatis menghitung skor ujian untuk menjawab jenis pertanyaan tertentu, seperti pilihan ganda.
- Manajemen Soal: Membantu pengguna dalam mengatur dan mengelola kumpulan soal atau bank soal.

Gambar1. Contoh Soal Pembelajaran dalam Aplikasi Testmoz
2. Quizizz
Quizizz adalah sebuah aplikasi pembelajaran daring yang populer yang digunakan untuk membuat, berbagi, dan mengerjakan kuis atau kuis interaktif berbbasis online. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan proses belajar dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Quizizz sering digunakan oleh pendidik, guru, dan instruktur untuk mengukur pemahaman siswa, mempersiapkan siswa untuk ujian, dan membuat pembelajaran lebih menarik dengan elemen permainan. Keunggulan utama Quizizz adalah pendekatan yang interaktif dan kompetitif yang membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan.

Gambar2. Contoh Soal Pembelajaran dalam Aplikasi Quizizz
KESIMPULAN
Multimedia harus tampil dengan menarik agar siswa tertarik untuk menjelajahi seluruh program yang ada di beberapa aplikasi yang sudah dijelaskan. Selain itu, harus memuat navigasi-navigasi sederhana untuk memudahkan siswa dan sesuai dengan kurikulum dan memiliki banyak manfaat bagi siswa
Dengan kegiatan pembelajaran guru memainkan bagian tertentu selama kegiatan pembelajaran untuk membantu siswa belajar mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dikelas harus memungkinkan keingintahuan siswa untuk berpikir kritis dan menghasilkan ide-ide asli dan mengubah ide- ide tersebut menjadi lebih bernilai, yang mengarah pada penciptaan pembelajaran yang otentik dan bermanfaat, yang disebut sebagai pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan produktif. Keunggulan multimedia yakni, lebih komunikatif, mudah dilakukan perubahan, interaktif, lebih leluasa menuangkan kreatifitas. Kemudian juga memiliki kelemahannya yaitu, pengembanganya memerlukan adanya tim yang profesional, desain yang buruk menyebabkan kebingungan dan kebosanan.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Daryanto. (2015). Media Pembelajaran, Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.
Fadjarajani, S., Indrianeu, M. T., Haekal, T. M., Purnama, Y. I., Abdullah, G., Saleh, M., …, & Nasir, M. (2020). Media Pembelajaran Transformatif. In Media pembelajaran (p. 6). Gorontalo: Ideas Publishing.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54.
Fatmi, N., Rezeki, N. S., & Mukrimah, U. (2023). Implementasi Pendekatan Etnopedagogi Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Pembelajaran Tematik Pada Guru Kelas. JIKAP PGSD : Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 7(1), 64–72.
Haris Budiman. (2017). Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 31–43.
Huda, I. A. (2020). Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Terhadap Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 2(1), 121–125. https://doi.org/10.31004/jpdk.v1i2.622
Munadi, Yudhi. (2013). Media Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru, Jakarta : Referensi.
Nurrahman, M. N., Meisyaroh, S., Sagala, V. S., & Marini, A. (2022). Keefektifan Media Pembelajaran dalam Bentuk Permainan Papan Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 2(2), 437– 446. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/JPDSH/ar ticle/view/4346
Prastowo, Andi. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, Yogyakarta : Diva Press.
Rahma, I. F. (2019). Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran bagi Anak Sekolah Dasar. Pancawahana: Jurnal Studi Islam, 14(2), 2579–7131. Retrieved from http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index .php/pwahana/article/view/3608
Rahayu, G. D. S., Rahman, Karlina, D. A., Anggraini, G. F., & Ratumanan, S. D. (2021). Etnopedagogi: Persepsi dan implementasinya di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi P2M STKIP Siliwangi, 8(2), 136–141.
Rusman. (2013). Model-model Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Setyanto, E., Rasyidah, N., & Sulhan, M. (2017). APLIKASI TIK DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Designing an Android-based Readutainment Application View project. Hikmah : Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 298–317. https://www.researchgate.net/publication/322750204 (20 Juli 2020)
Sutrisno, S. (2013). Kreatif Mengembangkan Aktivitas Pembelajaran Berbasis TIK. Jakarta: Referensi
Wulandari, A. P., Salsabila, A. A., Cahyani, K., Nurazizah, T. S., & Ulfiah, Z. (2023). Pentingnya Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar. Jurnal Pendidikan, 5(2), 3928-3936.