15 Paguyuban Pedagang Stadion Mini Ciceri: Meminta Pemkot Serang Memfasilitasi Dengan Regulasi Yang Tidak Memberatkan

30

Serang, Satubanten.com- Paguyuban Pedagang Stadion Mini Ciceri Kota Serang melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Serang terkait dengan permintaan agar bisa terus berdagang dan tidak direlokasi.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan Paguyuban Pedagang Stadion Mini Ciceri Merry Ardian saat audiensi bertempat di ruang Aula Wali Kota Serang, Kamis (11/01/24).

“Kami Minta tolong untuk tidak direlokasi dan jangan di apa-apain,” ucap Merry

“Karena dengan berjualan di situ kami bisa untuk membantu keluarga dalam kebutuhan sehari-hari. Sekali lagi kami mohon,” imbuhnya

Ia berharap dengan dilaksanakan nya audiensi ini, pemerintah Kota Serang bersama dinas terkait bisa untuk membantu dan memfasilitasi bagi Paguyuban Pedagang Stadion Mini ini.

“Jumlah kami tidak banyak, hanya 15 pedagang. Oleh karena itu, kami mohon untuk difasilitasi dan kalaupun harus direlokasi, jangan memberatkan kami. Intinya kami akan mengikuti segala aturan dan kebijakan pemerintah Kota Serang. Namun jangan memberatkan,” harap Merry

“dan kebersihan di lingkungan stadion juga kami pengen rapih dan bersih, dan bisa berjualan tetap di situ,” tandasnya

Diakhir penyampaiannya Merry berpesan kepada dinas terkait, untuk membuat struktur pengelolaan retribusi yang resmi dan benar.

“Karena yang datang ke kami sering mengatasnamakan pengurus untuk meminta retribusi dari biasanya dan berbeda-beda orang. Kalau setiap hari kami biasa membayar sampah dan lampu itu hanya 12.000,” tutup perwakilan Paguyuban Pedagang Stadion Mini Ciceri.

“Oleh karena itu, tolong untuk mempertimbangkan dan dikondisikan permintaan dari kami ini. Besar harapan kami Pemerintah Kota Serang dan dinas terkait bisa untuk membuat dan juga bisa meringankan kami,” tutup Merry perwakilan Paguyuban Pedagang Stadion Mini Ciceri.

Selanjutnya, perwakilan Paguyuban Pedagang Stadion Mini, Yulianah menambahkan, setiap harinya omset penjualan di stadion mini itu tidak lebih dari 50.000. (**)

Comments are closed.