Wisatawan Baduy Keluhkan Buruknya Akses Jalan

Lebak (17/09/2019), Satubanten.com – Baduy Dalam menjadi salah satu destinasi wisata adat dan kebudayaan yang digemari oleh masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk dapat mencapi area Baduy Dalam tersebut umumnya pengunjung masuk melalui Kampung Ciboleger dan berjalan kaki ke area Baduy Dalam selama 4 hingga 5 jam. Jalur ini sering disebut juga sebagai Pintu Masuk atau pos 1 Baduy.

Namun, sebenarnya pengunjung bisa memasuki area Baduy Dalam dengan waktu yang relatif lebih cepat, yakni hanya berjalan kaki sekitar setengah jam melalui pos 2 atau Via Cijahe. Kampung Baduy Dalam yang dapat diakses dari pos ini yakni Kampung Cikeusik. Meski cenderung dekat, namun akses jalan menuju pos 2 ini masih buruk. Hal ini diakui oleh Iskak, salah seorang wisatawan yang memilih perjalanan via Cijahe, Senin (17/09).

“Tadi sih tanya kalau lewat Ciboleger berapa jam kalau dari sini (Cijahe) berapa jam. Terus katanya dekat lewat sini, lebih cepet, yaudah saya pilih saja lewat sini. Cuman ya itu, jalan ke Cijahenya itu rusak banget, ampun dah pokoknya, udah naik turun, rusak pula. Itu kan bahaya,” tuturnya.

Menurut Iskak, bagian jalan yang mengalami kerusakan sangat parah yakni di jalur Cimayang dan Cirinten. Meski di jalan tersebut sudah terdapat bekas pengaspalan jalan, namun lubang yang ada di jalanan tersebut sudah cukup parah dan lebar. Hal ini membuat dirinya kesulitan untuk memilih jalan yang cukup aman saat berkendara.

“Kita walaupun pakai mobil juga pusing milih jalannya kalau rusak begitu. Ke kanan lubang, ke kiri lubang, salah ambil jalan bisa celaka kita, soalnya kan jalannya juga tanjakan. Mobil saya beberapa kali gagal nanjak, akhirnya harus mundur dulu ambil ancang-ancang. Untungnya nggak ada mobil atau motor di belakangnya,” imbuhnya.

Iskak memang tidak sendirian, ia bepergiang bersama 3 orang kawannya. Ia berangkat dari Serang hari sebelumnya, dan menginap terlebih dahulu di daerah Ciboleger. Lalu melanjutkan perjalanan pagi hari menuju pos 2 Cijahe.

BACA JUGA :

Diduga Korban Pembunuhan, Gadis Baduy Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Polisi Kerahkan Anjing Pelacak, Bidik Pembunuh Gadis Remaja Baduy

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Gadis Baduy di LebakDiduga

Perihal kerusakan jalan tersebut, Seno salah seorang penjual es krim membenarkan halini. Seno memang hampir setiap hari menjajakan es krimnya dari Desa Nangerang, Parigi, Cimayang, Cirinten, hingga Cihaje dan ke Cibeo atau Cikeusik di Baduy Dalam. Baginya, jalanan yang rudak parah di daerah Cimayang – Cirinten tersebut adalah makanan sehari-harinya.

“Saya hampir setiap hari Pak bolak-balik lewat daerah situ. Kalau lagi bawa eskrim begini kan mau-nggak mau harus lewat situ. Ya otomatis tahu betul itu jalan rusaknya seperti apa, udah jadi makanan sehari-harilah. Tapi dari pemerintah teu aya nanaonan, ya eta nggeus kitu bae dari dulu mah (dari pemerintah nggak diapa-apain, yaudah begitu aja dari dulu,red),” kata Seno.

Desa Cikeusik, Baduy Dalam nampak Dari Ketinggian Jalan di Baduy Luar (Foto : SBS032)

Seno dan beberapa warga lain sebetulnya sudah lama berharap agar jalanan tersebut segera diperbaiki oleh pemerintah. Namun dirinya sebagai warga kecil merasa bingung harus melaporkan kemana. Sementara beberapa laporan yang sudah dilakukan, tidak kunjung ditanggapi oleh perangkat desa setempat maupun dari pemerintah daerah.

“Kita rakyat kecil sudah bingung mau ngadunya ke siapa lagi. Pernah ada katanya mau diperbaiki, datang batu, sudah dipasang tapi lalu nggak ada kelanjutannya. Sampai beberapa tahun baru ada lagi, katanya mau diaspal, ngelanjutin yang sebelumnya. Atuh kalau gitu mah batunya udah kemana gitu, udah pabalatakan deui (berantakan lagi,red), asa teu niat kitu ngabangunnya (kayak tidak serius membangunnya, red),” imbuhnya.

BACA JUGA :

50 Rumah Adat Suku Baduy Hangus dilalap si Jago Merah

Selain menjadi jalur untuk untuk menuju pos 2 yakni jalur menuju Baduy Dalam Desa Cikeusik dan Cibeo, jalur Cimayang – Cirinten ini juga merupakan jalur alternatif untuk menuju Bayah dan Sawarna. Destinasi ini merupakan Wisata Pantai yang juga merupakan primadona wisata Banten. Oleh karena itu, jalur Cimayang – Cirinten ini menjadi salah satu jalur penghubung antar wisata di Banten. Maka kualitasnya, seharusnya menjadi prioritas perbaikan yang tinggi.

Semntara itu, Saidam salah satu Guide mengatakan bahwa akses jalan yang bagus merupakan penunjang vital bagi Destinasi Wisata Baduy. Ia mengatakan bahwa melalui akses jalan yang bagus, pengunjung juga akan semakin nyaman untuk datang ke Baduy. Hal ini selain mendatangkan rezeki bagi masyarakat sekitar, juga bisa mengenalkan kebudayaan Baduy kepada masyarakat luas.

“Coba bayangin aja, kalau jalanan enak kan wisatawan juga enjoy mau kesini. Mau lewat mana saja, terutama lewat jalur Cijahe ini. Soalnya aksesnya cuma setengah jam, kalau dibandingkan via Ciboleger, itu jauh banget. Orang pasti lebih suka lewat sini, karena nggak harus capek. Rute ini pasti akan jadi rute favorit wisatawan, asalkan ya itu tadi, jalannya haru diperbaiki dulu. Lagian kita juga kan malu kalau bawa bule kesini, tapi jalanan rusak begitu. Kita aja malu, masak iya pemerintah nggak ngerasa malu?” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...