Waspadai Rendahnya Inflasi Tanda Merosotnya Daya Beli

Angka inflasi Kota Cilegon Bulan Juli di titik 0,24%. Lebih rendah dari Kota Serang dan Tangerang masing – masing 0,56%. Lebih Rendah dari Inflasi Provinsi Banten 0,54%. Lebih rendah dari nilai Inflasi Nasional sebesar 0,28%.

Cilegon – 6 Agustus 2018
Satubanten.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon merilis data Inflasi Bulan Juli menurut kelompok pengeluaran. Secara Umum, tingkat inflasi kota Cilegon di Bulan Juli yakni 0,24% terlihat cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,71% dan termasuk nilai tertinggi selama Semester pertama tahun 2018.

 

Angka inflasi kota Cilegon tersebut dinilai cukup baik karena memang lebih rendah dibandingkan rata-rata nilai Inflasi Provinsi Banten di bulan Juli 2018 yang mencapai 0,52%. Dua Kota besar di Banten juga mencatatkan nilai inflasi yang cukup tinggi yakni Kota Serang dan Tangerang dengan nilai Inflasi masing – masing sebesar 0,56%. Angka inflasi Kota Cilegon bulan Juli ini juga cenderung lebih rendah dari rata – rata nilai Inflasi nasional di bulan Juli yang berada di angka 0,28%.

 

Nilai inflasi yang cukup rendah ini secara tidak langsung menandakan terkendalinya lonjakan harga-harga di pasaran dari berbagai kelompok kebutuhan. Biasanya nilai inflasi yang rendah menunjukkan bahwa kemampuan konsumsi masyarakat terhadap suatu barang relatif bagus, karena selisih daya beli atau Indeks Harga Konsumsi (IHK) dan harga di pasaran tidak terlalu jauh.

 

Baca Juga : Awal Triwulan Ketiga, Inflasi Kota Cilegon Menurun

Namun ini baru teori secara tertulis, prakteknya di lapangan bisa sangat berbeda. Contohnya saja di Cilegon, meskipun nilai inflasi yang dikeluarkan BPS relatif rendah namun harga-harga bahan kelompok makanan masih relatif tinggi. Hal ini menjadi keluhan tersendiri bagi para pelanggan, misalnya Yuni.

 

“Beberapa masih tinggi sih, kayak Telor tadi saya beli masih 26 ribu. Ayam juga masih tinggi, lebih dari 30 ribu, mungkin karena mau iedul adha,” tuturnya.

 

Keluhan yang sama juga diutarakan oleh Rosinah, salah seorang penjual daging ayam yang menjajakan dagangannya di pasar baru Cilegon. Dirinya mengeluhkan penjualan yang masih rendah karena harga yang tinggi.

 

“Dari kemarin masih tinggi mas, ini ayam masih di harga 36 ribu. Yah, rata – rata segitu mas. Yang beli jadi agak berkurang dari biasanya,” ucap Rosinah.

 

Secara umum nilai inflasi yang rendah memang diidentikkan dengan harga yang mulai stabil dan turun. Namun rendahnya nilai inflasi juga bisa menjadi tanda rendahnya daya beli masyarakat akibat harga yang relatif tinggi. Namun hal ini ditampik oleh sebagian besar pakar ekonomi antara lain Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Reza Anglingkusumo.

 

“Harga itu interaksi demand dan supply, maka supply kuat jadi inflasi rendah. Nah kalau daya beli rendah harusnya harga turun, tapi kan inflasi menunjukkan adanya kenaikan harga (menunjukkan adanya permintaan), jadi masih ada demand dan supply,” ujarnya. (IBC/SBS32)
You might also like
Comments
Loading...