Waspada, Maut Mengintai di Jalan Raya!

Serang – Maut sepertinya tak pernah berhenti mengintai, di manapun dan kapanpun ia datang tiba-tiba. Tanpa permisi dan tanpa peringatan sebelumnya, menyapa lalu mengajak pergi ke alam baka. Kecelakaan yang terjadi di Jalan Pelamunan adalah contohnya. Siapa sangka Bagus Eka Atmaja akan meregang nyawa di ruas jalan hari Rabu (25/7) pukul 07.00, pagi buta. Tidak Eka, tidak pula pengendara Agya yang melibas motor CBR yang ditunggangi Eka.

Pagi itu, Eka mungkin hendak berangkat kerja. Dalam keadaan yang terburu-buru, tentu ia geber motornya secepat yang ia bisa, dari Serang menuju Kota Baja. Salip kanan, salip kiri, lancar jaya. Sampai akhirnya tiba saat Eka hendak menyalip salah satu kendaraan roda empat di jalan pelamunan itulah maut menyambanginya.

Honda CBR 250 plat nomor B 4624 NCZ yang ditunggangi Eka memaksa menyalip, sedang dari arah berlawanan melaju kendaraan roda empat Toyota Agya. Mobil bernopol A 1018 VQ yang dikendarai oleh Munawar Tahir tersebut rupanya tak sadar ada motor dari arah depannya. Eka menghantam mobil Agya Tahir, dan terpelanting jauh bersama motornya yang hancur. Malang, nyawa Eka lenyap seketika di tempat kejadian.

Truck pengangkut batu bara terbalik pada kecelakaan maut di Ruas Jalan Raya Serang-Cilegon. (Foto : Yusef)

Di Ruas Jalan Pelamunan tersebut, rupanya buka Eka bukan satu – satunya yang mengalami nasib naas kecelakaan lalu lintas. Tiga hari selepas Eka meregang nyawa, kecelakaan kembali terjadi di ruang jalan yang sama. Kali ini sebuah mobil dan sebuah dump truk beradu, di tengah jalan di tengah malam. Di jalan Serang-Cilegon KM 6, Pelamunan, Suzuki Splash plat nomor A 1276 UI menghantam dump truk bermuatan batubara. Meski tidak ada korban jiwa, namun mobil dan truk tersebut hancur. Pengendara kedua kendaraan tersebut juga terluka parah.
Jika kecelakaan maut maupun beruntun terjadi antar dua atau lebih kendaraan, lain halnya kecelakaan yang dialami seorang Ibu pengendara Toyota Rush di ruas jalan Kebaharan, Jum’at (27/7). Mobil bernomor polisi A 1852 CD tersebut keluar jalur tanpa jelas apa sebabnya. Diduga pengendara mengantuk saat mengendarai mobilnya. Beruntung, hanya mobilnya yang keluar jalur, sedang nyawanya tak ikut keluar dari raganya.

Kecelakaan – kecekalaan lalu lintas tersebut adalah beberapa kejadian yang bisa saja menimpa siapapun, dimanapun, dan kapanpun saat berkendara. Apalagi di ruas-ruas jalan yang sudah menjadi langganan kecelakaan lalu lintas, seperti Jalur Pelamunan.
“Kalo malam hari, selain kondisi jalan yang bergelombang, pandangan terbatas kalau pengendara yang nyelip tiba-tiba ada kendaraan terjadilah tabrakan, untuk jumlah kendaraan yang melintas cukup rame, macet tidak hanya rame saja, (karna jalan utama menuju serang-cilegon dan sebaliknya, selain melalui TOL-red),” ujar Kanit Lakalantas Polres Serang Kota, Ipda Ade Komarudin.

Di Banten, pada tahun 2017, hampir setiap hari 2 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Data ini didasarkan hasil catatan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten. Dari mulai 1 Januari hingga 20 Desember 2017, Dirlantas Banten mencatat ada sebanyak 726 jiwa meninggal karena kecelakaan di jalan raya. Angka ini hanya selisih 6 persen dari angka di tahun sebelumnya yakni 776 jiwa meninggal.

Dari catatan yang ada di Satlantas Polres Serang Kota dari bulan Januari hingga Juli 2018, setidaknya ada 16 kecelakaan, yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 3 luka berat, 10 luka ringan. Meski angka korban kecelakaan di Banten tahun 2018 belum resmi dirilis sepenuhnya, namun pihak kepolisian akan terus menggelar operasi demi menekan angka kcelakaan lalu lintas akibat minimnya kepatuhan dan kewaspadaan lalu lintas. Selain itu, faktor kehati-hatian kita juga menjadi syarat wajib yang perlu diperhatikan agar tak menjadi korban berikutnya. (IBC/SBS32)

You might also like
Comments
Loading...