Warganya Dieksekusi Mati, Dubes Brasil dan Belanda Ditarik Pulang Dari Jakarta

Jakarta (18/1/2014), SatuBanten – Akibat eksekusi mati terhadap warga negaranya, Pemerintah Brasil dan Belanda memanggil pulang Duta Besar mereka ke negara masing-masing. Hal ini dilakukan setelah kedua Negara gagal melobi Pemerintah Indonesia yang memohon agar Indonesia membatalkan eksekusi mati tersebut.

“Pemberlakuan hukuman mati, yang dikecam oleh masyarakat dunia, jelas sangat mempengaruhi hubungan dengan negara kami,” ujar Presiden Dilma Roussef dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita Brasil.

Sementara itu, Pemerintah Belanda menarik Dubes Tjeerd de Zwaan, karena pemerintah tetap mengeksekusi warga mereka, Ang Kiem Soei.

“Ini merupakan sebuah hukuman yang kejam dan tidak berperikemanusiaan yang menolak martabat dan integritas manusia,” ujar Menteri Luar Negeri, Bert Koenders.

Selain warga asal Belanda dan Brasil, Indonesia turut mengeksekusi mati terpidana narkoba asal Malawi, Nigeria dan Vietnam. Presiden Joko Widodo telah merestui eksekusi hukuman mati setelah menolak grasi yang diajukan oleh para napi itu.

Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan dalam pernyataan bahwa ia sakit hati, marah dan kecewa. ”Hubungan antara dua negera akan terimbas. Kami telah menarik duta besar Brasil dari konsulat Jakarta,” kata Rousseff, dikutip BBC.

Warga negara Brasil lainnya, Rodrigo Muxfeldt Gularte juga akan menghadapi eksekusi mati di Indonesia karena kejahatan narkoba. Dalam sebuah video, Moreira mengaku menyesal telah menyelundupkan kokain ke Indonesia. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...