Warga Keluhkan Proyek Pembangunan Jembatan Sajira Gunakan Material Tak Layak

Lebak (15/02/2020) SatuBanten.com – Salah seorang Warga Desa Sajira, Lukman Hakim keluhkan proyek pembangunan jembatan penghubung antara kecamatan Sajira dengan Muncang yang dinilai tak memenuhi standar material berkualitas.

“Batu itu kualitasnya jelek, saya tahu betul batu itu didatangkan dari Alung Guradog Kecamatan Curugbitung, dan batu alung itu pernah di tes dan tidak layak untuk dijadikan material bangunan,” ujarnya. Sabtu (15/02).

Lukman juga sempat meminta kepada salah satu pekerja untuk mengganti batu tersebut namun permintaanya tidak ditanggapi.

“Saya sudah kasih tau ke para pekerja untuk diganti batu itu, malah mereka masih aja pake batu itu untuk pondasinya,” ucapnya.

Pembangunan jembatan dengan menggunakan kualitas batu yang tidak layak tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jembatan itukan nanti dilalui oleh orang-orang, ada yang pakek motor, mobil bahkan truk pengangkut barang seperti batu tanah pasir dan lainya lewat situ, kalo jembatan itu dibangun pake material yang kualitasnya jelek gimana kalau nanti runtuh atau jebol?, kan ngeri juga,” paparnya.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, beberapa daerah yang memiliki kualitas batu yang sudah melalui tes laboratorium kelayakan malah tidak dipergunakan.

“Padahal ada Batu geblegan yang di muncang, Batu Lebak Niaga di Wates Hamberang Cipanas, yang kualitasnya baik dan sudah di tes dan layak, ini malah pake batu Alung, kan aneh,” katanya.

Lukman berharap, kepada pihak terkait agar segera mengganti material batu tersebut dengan menggunakan batu yang berkualitas agar Jembatan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. (RR/SBS31)

Comments
Loading...