Usulkan Kota Serang Jadi Smart City, Mercusuar Institut Gelar Seminar Nasional

Serang (28/06/2019) SatuBanten. News – Mercusuar Institut menggelar kegiatan seminar nasional yang mengangkat tema “Milestone Kesultanan Banten, menakar Kota Serang sebagai Pusat Perdagangan di Provinsi Banten Berkaca Pada Sejarah Emas Kesultanan Banten”, bertempat di Aula RS Fatimah, Kota Serang, (06/2019).

Hadir sebagai pembicara yaitu Prof. M. Yudhi Haryono, Ph.D Pakar Ekonomi Politik Nasional, dan Mufti Ali, Ph.D, Sejarawan Banten. Selain itu hadir juga pihak-pihak unsur Muspida dan mahasiswa-mahasiswi, serta beberapa tokoh.

Dalan pemaparannya, Prof. Yudhi Haryono menyampaikan bahwa berkembangnya politik ekspansi China, dengan program OBOR (One Belt One Road) semestinya menjadikan Banten lebih responsif dan aktif dengan menawarkan gagasan Jalur Rempah-rempah. Potensi Banten secara geografis sosiologis di kawasan belum bisa dieksploitasi dengan baik.

Banten seharusnya bisa lebih responsif dan aktif dengan menawarkan gagasan jalur rempah-rempah,” jelasnya.

Pemerintah daerah semestinya memiliki rencana strategis jangka panjang, untuk membangun peradaban yang gemilang. Anggota BPIP ini mengusulkan untuk didirikan sebuah perguruan tinggi yang fokus pada kajian-kajian maritim.

“Ini menjadi penting untuk membantu Pemda mengambil kebijakan. Disamping itu, Kota Serang khususnya bisa mengambil peran untuk menjadi kota modern, dengan konsep Smart City,” lanjut Yudhi.

Hal senada dikatakan oleh Mufti Ali, Ph.D, Banten sejak masa pra Islam dan kemudian menjadi Kesultanan Islam, adalah pemain penting ditingkat regional. Pusat perdagangan Nusantara ada di Banten, menjadi jalur perdagangan yang sibuk sejak ratusan tahun yang silam.

“Sejak masa pra-islam sampai Kesultanan Banten memiliki peranan penting ditingkat regional karena menjadi pusat jalur perdagangan Nusantara,” katanya

Lebih lanjut, Mufti Ali menuturkan bahwa naskah-naskah klasik menunjukkan Banten memiliki hubungan dagang yang sifatnya mendunia. Tidak hanya dengan kerajaan-kerajaan sekitar di Nusantara, Banten juga memiliki hubungan perdagangan dengan negara-negara Eropa, diantaranya Inggris, Denmark, Perancis, dan Belanda.

Fungsi Kesultanan tidak hanya sebatas menjalankan fungsi pelaksanaan syariat Islam, tapi juga sebagai lembaga diplomatik tingkat tinggi, khususnya dalam perdagangan.

“Kesultanan Banten bukan hanya sebatas menjelankan fungsi dan penerapan syariat Islam tetapi sebagai lembaga diplomatik tingkat tinggi, khususnya dalam perdagangan,” pungkasnya.

Dua pembicara yang dihadirkan oleh Mercusuar Institut ini sepakat bahwa, Banten mesti menjadi lebih baik dan maju, juga bisa menginspirasi daerah-daerah lain, untuk mengembangkan potensi daerahnya, dengan memanfaatkan masa kegemilangan masa silam. Bukan tidak mungkin Banten kembali berjaya, dan memimpin peradaban di kawasan, seperti dahulu kala.

Sementara itu, tujuan diadakannya seminar ini untuk mengisi ruang kosong diskursu mengenai sejarah kesultanan Banten Golden era dengan menjadikannya Alas fikir pemangku kebijakan di nasional, prov banten maupun kota serang, pungkas Darda selaku peneliti Mercusuar Institute.

Seminar nasional tersebut kemudian dibuka oleh Ahmad Artijo, staf ahli walikota Serang, mewakili Pemkot Serang. (rilis/sbs31)

You might also like
Comments
Loading...