UEFA Sanksi Berat AC Milan , DiLarang Bermain Di Kancah Eropa 2 Tahun

Milan (28/06/2018) Satubanten – AC Milan resmi mendapat sanksi berat dari UEFA terkait Pelanggaran aturan Financial Fair Play . Milan dinilai terbukti bersalah dalam aturan investigasi yang dilakukan oleh Badan Pengendali Keuangan Klub UEFA (CFCB).

Penyelidik CFCB menemukan bukti bahwa Milan telah melanggar aturan FFP, terutama di aspek keharusan untuk mencatatkan break even point. Sederhananya, pengeluaran Milan lebih banyak daripada pemasukan yang diterimanya.

Hukuman yang di jatuhkan kepada Milan larangan bermain di kancah Eropa ini merupakan salah satu sanksi paling berat yang pernah dijatuhkan UEFA dalam kasus pelanggaran aturan FFP.

Berikut adalah pernyataan resmi UEFA terkait vonis  untuk AC Milan ini.

Kamar Ajudikasi CFCB yang diketuai ioleh José Narciso da Cunha Rodrigues telah mengambil keputusan dalam kasus klub AC Milan. Klub tersebut dilaporkan oleh Kepala Penyelidik CFCB karena melanggar regulasi Club Licensing and Financial Fair Play, terutama dalam aspek break-even finansial.

Milan akan dikeluarkan dari partisipasi dalam kompetisi klub UEFA selanjutnya, seandainya mereka lolos dalam dua musim ke depan (misalnya satu kompetisi di 2018/19 atau 2019/20, jika Milan lolos).

Milan bisa melakukan banding atas keputusan ini di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sesuai dengan pasal 34(2) aturan Prosedural yang mengatur Badan Pengendali Finansial Klub UEFA, dan juga pasal 62 dan 63 statuta UEFA.

Penjelasan penuh atas keputusan ini akan disampaikan di UEFA.com pada waktunya.

Milan sebenarnya sudah berusaha mencari upaya untuk mencegah jatuhnya sanksi . Milan juga sempat menawarkan kesepakatan untuk membayar denda. Tapi tawaran Milan itu ditolak semua oleh UEFA yang menilai cara pengelolaan keuangan Milan tidak bisa berkelanjutan. Pihak Rosoneri  pun  bereaksi dengan menegaskan bahwa mereka akan mengajukan banding ke CAS. (SBS02)

 

You might also like
Comments
Loading...