Tuntut Pembatalan Kenaikan Harga BBM, Buruh Tangerang Blokir Tol Bitung

Tangerang (20/11/2014), SatuBanten – Demontrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh ribuan buruh dari berbagai elemen yang memblokade pintu tol Bitung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (19/11/2014).

Mayoritas massa menggunakan kendaraan roda dua menuntut pemerintah untuk menaikkan upah layak dan segera membatalkan kenaikan harga BBM.

“Kami minta Jokowi membatalkan kenaikan BBM, karena ini sangat berpengaruh pada harga kebutuhan pokok,” ujar Sunarno, koordinator aksi buruh.

Sunarno juga mengatakan, penentuan UMK harus bisa memenuhi hidup layak kaum buruh yang menjadi sektor penting dalam perekonomian industry.

“Pemerintah hingga saat ini belum memberikan upah layak bagi buruh. Maka kami desak pemerintah untuk memberikan upah layak tahun 2015,” tegasnya.

Akibat aksi tersebut, kemacetan tak terhindarkan terjadi di sejumlah titik dari dan menuju Jalan Raya Serang, hingga ke arah tol Karawaci Tangerang.

Rina (42), warga Tangerang pengguna jalan tol yang hendak rapat di Jakarta mengeluhkan, dirinya terjebak kemacetan di ruas tol Bitung menuju Karawaci Tangerang hingga 2 jam.

“Kendaraan saya sama sekali tidak bisa maju dan mundur apalagi memutar, saya pasrah saja,” ungkap Rina.

Sementara itu, Toni (27), warga lainnya mengatakan, blokade jalan yang dilakukan buruh tersebut tak hanya digelar di pintu tol Bitung.  Aksi serupa, juga terjadi di Jalan Raya Serang, tepatnya di Cibadak Tangerang, hingga lampu merah Tigaraksa, Cihideung dan sekitarnya.

“Blokir jalan juga di Jalan Raya Serang, Cibadak hingga Bitung, terutama di lampu merah Tigaraksa Cihideung,” katanya melalui pesan singkat kepada SatuBanten.

Aksi buruh mereda setelah beberapa jam digelar. Para buruh berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar bila Jokowi tidak mendengar keluhan mereka. (Romi/B09)

You might also like
Comments
Loading...