Tujuh Tahun Terbengkalai, PIISEI Resmikan Renovasi SMA N 1 Cirinten

Lebak (11/11/2019), Satubanten.com – Persatuan Isteri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) meresmikan bangunan renovasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 1 Cirinten, Senin (11/09). Sekolah ini merupakan Sekolah Filial dari SMA N 1 Leuwidamar. Sejak berdiri pada tahun 2012, kondisi kelas dan fasilitasnya masih memprihatinkan, sebelum akhirnya PIISEI memberikan bantuan renovasi.

Nurjen salah satu Komite SMA N 1 Cirinten mengatakan bahwa sejak pertama kali dirintis, memang perjuangan belajar mengajar di sekolah tersebut sangat jauh dari kelayakan. Selain ruang kelas yang terbatas hanya 3 ruang, bangku dan kursi siswa juga sudah dalam kondisi rusak.

“Dulu waktu pertama kali dibangun saya ingat betul, ada guru dari SMA 1 Cirinten ini yang datang ke sekolah induk lalu minta ke saya. Katanya, kalau ada bangku dan meja yang bekas tolong disumbangkan ke SMA. Karena kasihan murid masih ngampar,” kata Nurjen.

Hingga tahun 2018, memang siswa di SMA N 1 Cirinten masih belajar secara lesehan. Hanya ada meja dan tanpa kursi. Saat tahun 2019, kursi dan meja memang sudah ada, tapi karena merupakan meja dan kursi bekas, kondisinya sudah tidak layak lagi. Sebagian kursi sudah tidak ada sandarannya, sebagian kursi hanya memiliki 3 kaki dan bahkan jumlahnya masih belum mencukupi untuk seluruh siswa sehingga masih ada saja siswa yang harus lesehan saat KBM berlangsung.

Kondisi inilah yang mendorong PIISEI untuk membantu merenovasi dan memperbaiki Gedung Ruang Kelas dan Sapras SMA N 1 Cirinten. Sedianya proses renovasi merupakan tanggung jawab Pemerintah, namun sudah berkali-kali diajukan tetapi belum ada respon dari pemerintah. Hal ini juga diakui oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Dindikbud Wilayah Lebak, A. Sirojudin.

“Saya mengucapkan dengan sangat gembira dan sangat malu tentunya. Bangga karena Pendidikan yang ada di Wilayah Lebak ini dibantu oleh Istri-istri Sarjana Ekonomi Indonesia. Malunya karena saya merasa keduluan untuk merehab SMA yang ada di Cirinten ini. Luar biasa, tadi saya sampai berfikir bagaimana menghadapi ibu-ibu ini, yang ternyata niatnya dan tenaganya untuk merehab lebih besar daripada bapak-bapak Kabidnya,” kata Sirojudin.

KUNJUNGI JUGA : SMA N 1 Cirinten, Potret Mirisnya Pendidikan Pedalaman Banten

Selain merenovasi 3 ruang kelas yang ada, PIISEI juga merenovasi Ruang Guru dan 2 ruang Kamar Mandi. Dalam acara peresmian renovasi tersebut, PIISEI juga menyerahkan bantuan berupa lemari, papan tulis dan 2 unit komputer lengkap dengan printer sebagai penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA N 1 Cirinten. Selain itu, PIISEI juga memberikan bantuan bagi siswa berupa paket tas, buku tulis dan Al – Qur’an.

Dina Widiawati, selaku Ketua Umum PIISEI Pusat mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan stimulan untuk siswa maupun Guru agar terus semangat belajar. Ia juga berpesan agar stakeholder terkait bisa lebih peduli dalam melakukan pembangunan, terutama untuk SMA N 1 Cirinten.

“Bantuan ini semoga menjadi pemicu untuk anak-anak semangat belajar, bapak-bapak guru semangat mendidik, dan bapak-bapak dari Pendidikan semangat untuk membangun sekolah yang ada di sini. Karena bagaimanapun anak-anak ini merupakan modal utama negara kita bisa maju,” tuturnya.

PIISEI sendiri merupakan organisasi yang aktif dalam gerakan sosial baik pembangunan sekolah maupun pembangunan jembatan. Dalam melakukan gerakan sosialnya, PIISEI menggandeng Yayasan Relawan Kampung Indonesia (YRKI) sebagai rekan pelaksana di lapangan. SMA N 1 Cirinten menjadi sekolah yang ke-6, yang telah dibangun oleh Gerakan sosial PIISEI.

“Kita membantu biasanya sekolah-sekolah yang tidak terkelola oleh Pemda. Dengan adanya pembangunan semacam ini, kita berharap bisa menjadi pemicu sehingga Pemda tergerak hatinya untuk membangun. Pesan saya yang terakhir mungkin untuk penghijauannya saja, agar tidak terlalu panas,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...