Tsunami Banten Telan 222 Korban Jiwa

Banten (24/12/2018), Satubanten.com – Korban bencana tsunami dan gelombang pasang di Pesisir Barat Provinsi Banten sampai, Minggu v (24/12) pukul 21.00 WIB mencapai 222 orang meninggal, luka-luka 509 orang, dan 30 orang hilang. Sementara itu, klerusakan material terjadi pada 453 unit rumah dan 9 hotel.

Data korban tersebut diperoleh dari posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten yang berada di puskesmas dekat lokasi bencana. Data dari Posko BPBD Provinsi Banten menyebutkan, korban dari Puskesmas di Kecamatan Panimbang yang meliputi Pantai Tanjung Lesung terdapat 12 Korban meninggal dan 151 korban luka-luka. Di Kecamatan Labuan terdapat 8 korban meninggal dan 53 korban luka-luka serta 2 orang masih hilang. Kecamatan Carita terdapat 135 korban meninggal dan 78 korban luka-luka.

Kecamatan Menes terdapat 2 korban meninggal dan 14 korban luka-luka. Kecamatan Cigeulis terdapat 32 korban luka-luka. Kecamatan Sumur terdapat 6 korban meninggal dunia dan 60 korban luka-luka. Kecamatan Cibaliung berdasarkan informasi dari Puskesmas Cibaliung terdapat 70 korban luka-luka. Dan di Kecamatan Jiput terdapat 1 korban meninggal dan 21 korban luka-luka. Sementara itu di kabupaten Serang lebih tepatnya di kecamatan Cinangka terdapat 12 korban meninggal, 30 korban luka-luka, dan 28 orang masih hilang.

Pencarian korban dan evakuasi Korban hingga saat ini terus dilakukan, mengingat masih banyak tempat-tempat yang masih belum berhasil ditembus karena terputusnya akses serta banyaknya puing-puing sisa bencana yang menghambat proses evakuasi. Selain itu lokasi bencana yang berada cukup jauh sehingga sulit terjangkau.

Respon cepat Pemerintah Provinsi Banten sesuai arahan Gubernur Banten
Dalam berbagai kesempatan, Gubernur memerintahkan aparatur Pemprov Banten untuk benar-benar mempersiapkan penanggulangan bencana secara cepat.
“Apabila di BPBD Provinsi Banten masih kurang, kita langsung minta ke pusat melalui BNPB,” ujar Wahidin.

Upaya penanggulangan bencana di Provinsi Banten dipantau terus menerus oleh Gubernur Banten, H. Wahidin Halim dan Wakil Gubernur H. Andika Hazrumy. Keduanya, meninjau langsung lokasi bencana dan penampungan pengungsi bencana tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir Barat Provinsi Banten meliputi Kec. Jiput dan Kec.Mandalawangi. Sedangkan Wakil Gubernur melihat lansung ke Kec. Carita.

Sejak Sabtu (22/12) malam, Gubernur langsung memerintahkan kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemprov Banten untuk cepat tanggap melakukan penanggulangan bencana tersebut. Gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Selain itu, gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tidak percaya dan menelan mentah-mentah dan menyebarluaskan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Korban yang berada di wilayah Tanjung Lesung dan Sumur ditampung di Puskesmas Cigeulis, Puskesmas Cibaliung, Puskemas Sumur, dan Puskesmas Panimbang. Korban dari wilayah Carita dan Labuan, ditampung di Puskesmas Jiput, Puskesmas Labuan, Puskesmas Carita, Puskesmas Mandalawangi dan Puskesmas Menes. Untuk korban yang berasal dari wilayah Anyer ditampung di Puskesmas Cinangka, dan Koramil Cinangka. Apabila tidak tertangani dirujuk ke RSUD Cilegon dan RS Krakatau Medika Cilegon. Sedangkan korban bencana yang berada di pulau Sangiang ditampung di RS Krakatau Medika Cilegon.

Para korban yang memerlukan penanganan khusus dengan luka yang cukup berat dari wilayah Kab. Pandeglang dirujuk ke RSUD Berkah Kab. Pandeglang. Bila tidak bisa tertangani segera dirujuk RSUD Banten di Kota Serang, RSUD Drajat Prawiranegara di Kota Serang dan RS Sari Asih di Kota Serang. Sedangkan korban dari Anyer langsung dirujuk ke RSUD Drajat Prawiranegara di Kota Serang.

Pemerintah Provinsi Banten sudah memnyalurkan bantuan alat-alat berat berupa excavator dan loader ke lokasi bencana sejak Sabtu malam (22/12). Alat-alat tersebut berguna untuk membantu evakuasi korban-korban yang masih terjebak dan membersihkan puing-puing yang menghalangi akses evakuasi. Saat ini, alat-alat berat tersebut berada di Tanjung Lesung, Sumur, Labuan dan Carita.

You might also like
Comments
Loading...