TRUTH : Dana Pendamping Program PTSL Yang diajukan BPN Tangsel Untuk Apa?

Tangsel (27/09/18), satubanten.com –  Dana pendampingan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diajukan oleh BPN Tangsel kepada Pemerintah Kota Tangsel untuk apa?

 

Lebih baik dikembalikan krn hanya tinggal 2 bulan, serta karena BPN Tangsel memiliki masalah akut dan kronis dalam penggelolaan anggaran, yaitu tidak transparan dan terindikasi di duga ada penyelewengan.

 

Jupry Nugroho mengatakan, sebab PTSL yang seharusnya dilaksanakan sesuai aturan dan tidak membebankan kepada masyarakat, nyatanya sebaliknya. Seperti PTSL Warga setu yang sudah dianggarkan dari  2017 namun sampai sekarang  tidak selesai, serta dugaan Pungli yang melibatkan panitia dari Tingkat Kelurahan sampai BPN Tangsel sendiri yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Pondok Aren.

 

“Logikanya realisasi anggaran sudah terjadi, namun produk dari realisasi anggarannya tidak ada. Tentu titik berat masalahnya disini, dimana tanggung jawab penggunaan anggarannya.”ujarnya.

 

Jupry menambahkan, dalam pelaporan keuangan 2017, bagaimana mereka membuatnya, karena realisasi anggaran 2017 sudah terlaksana, namun produk PTSL berupa sertifikat sebagai outcome tidak realisasi. Patut diduga ada penyelewangan sehingga hal tersebut dapat terjadi.

 

“Pada posisi ini, Kejari Tangsel harus turun untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Urgensinya, pertama Kejari Tangsel adalah institusi baru, oleh sebab itu publik menunggu progress kinerjanya. Kedua, secara de facto, warga dirugikan dengan ketidakpastian PTSL,” katanya. (sbs03/rilis)

You might also like
Comments
Loading...