Tren Ngopi Anak Muda Kota Serang

Serang (28/10/2019), SatuBanten – Menikmati secangkir kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat termasuk warga Kota Serang beberapa tahun terakhir. Alhasil coffee shop atau kafe selalu menjadi tempat favorit mereka untuk berkumpul.

Bukan hanya sebagai tempat bersantai dan kumpul bersama sahabat, kehadiran coffee shop atau kafe juga menjadi titik temu bagi kolega kerja sekaligus rapat bisnis. Apalagi hal ini semakin menyenangkan dengan tersedianya koneksi wifi jaringan internet.

Pantauan SatuBanten, saat ini tidak kurang ada 23 kedai kopi di Kota Serang dan sebagian besar besar membawa merk sendiri tanpa waralaba.

“Sejak tahun 2014 tren konsumsi kopi memang meningkat, terutama di kota-kota besar, termasuk di Kota Serang,” ungkap Imam, salah seorang pemilik kedai kopi di Kota Serang, Ahad (27/11/2017).

Tak ayal bila kini sejumlah coffee shop atau kafe semakin ramai seiring bertambahnya jumlah anak muda. Apalagi tren konsumsi kopi juga menjadi bagian dari mencintai produk lokal Indonesia, yakni biji kopi.

Belum lagi kehadiran buku dan film bernuansa kopi yang memengaruhi gaya hidup dan bagaimana masyarakat menikmati makanan dan minuman. Dituturkan Imam, sapaan akrabnya, meski banyak produk lokal khas Indonesia, ada alasan tersendiri kopi menjadi tren minuman favorit masyarakat urban.

“Tren ngopi jadi booming sejak muncul novel dan film ‘Filosofi Kopi’. Sebelumnya rerata hanya kalangan masyarakat menengah atas yang mengonsumsi kopi di kedai, begitu novel itu muncul konsumen kopi langsung banyak sampai ke kalangan atas dan bawah sehingga membuat tren ini jadi massive,” papar Imam.

“Orang Indonesia banyak minum kopi dibandingkan teh karena memang dari dulu kita sudah mengenal budaya ngopi. Ada kopi toraja, kopi medan, kopi aceh dan beberapa brand kopi Banten,” lanjutnya.

Bila dibandingkan dengan tren makanan dan minuman lainnya, Imam meyakini bahwa tren konsumsi kopi akan bertahan cukup lama. Bahkan, bukan tak mungkin dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

“Tren konsumsi kopi akan bertahan lama karena berakar pada budaya. Minum kopi sebenarnya sudah melekat di daerah, sehingga bisa akan berlanjut lebih dari 10 tahun ke depan,” tutup Imam. (GSP/SBS)

You might also like
Comments
Loading...