Tolak Upah Minimun, Buruh Blokir Jalan Cikande

Serang, (24/11/14) SatuBanten- ribuan buruh dari 7 federasi melakukan aksi pemblokiran jalan menuntut penolakan upah minim di depan Pintu Tol Ciujung, Cikande, Serang, Senin (24/11/14). Aksi dilakukan sebagai protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang terkesan berpihak terhadap pengusaha terkait usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Serang.

Koordinator Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang, Asep Saepullah mengaku, angka UMK yang telah ditandatangi itu tidak ada kesepakatan dari buruh. Karena dari beberapa pertemuan yang dilakukan baik bersama pihak pengusaha dan dewan pengupahan tidak menemukan titik temu atau kesepakatan.
”Kami meminta pemerintah harus memverifikasi perusahaan yang masuk ke dalam anggota Apindo Kabupaten Serang. Karena dikhawatirkan dari sekian banyak anggota Apindo hanya sedikit yang mewakili. Karena itu, perlu dilakukan verifikasi, mana saja yang sudah menjadi anggota Apindo. Jangan sampai dari 500 perusahaan hanya 20 persen saja anggota Apindo,” tegasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPKEP-KSPI) Kabupaten Serang, Argo Priyo Sujadmiko mengatakan, pihak Pemkab Serang terkesan berpihak terhadap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tanpa mementingkan keadaan masyarakat buruh di Kabupaten Serang. Ini dibuktikan dengan sikap Bupati Serang Ahmad Taufik Nurimanyang telah menandatangi UMK 2015 sebesar Rp 2,7 juta.
”Kami akan tetap pada pendirian kami dengan usulan sebelumnya Rp 2,8 Juta. untuk itu,sebagai bentuk kekesalan, kami akan datangi Bupati Serang dan DPRD Serang,” tegasnya saat melakuakn orasi.

Menurutnya, sikap pemerintah yang duduk di dewan pengupahan selalu memposisikan dirinya sebagai fasilitator dan terkesan hanya mediator. Padahal dewan pengupahan bukan lembaga perselisihan.

“Pemkab Serang tampaknya hanya sebagai mediator saja, sehinggga pemerintah tidak memiliki pemikiran terhadap perkembangan yang ada di Kabupaten Serang,” katanya.
Aksi pemblokiran jalan tersebut menyebabkan kemacetan hingga 4KM. (BSB/005) 

You might also like
Comments
Loading...