Tim Peneliti Arkeolog Temukan Peralatan Pra Sejarah Ras Austrimelanesoid

Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) berhasil menemukan sejumlah peralatan penunjang kehidupan dari era zaman purba atau pra sejarah di Gua Lawa di Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Tim yang terdiri dari 18 orang tersebut melakukan penggalian selama 18 dari Sabtu (28/9) hingga Selasa (15/10). Ketua penelitian, Djatmiko mengatakan bahwa penemuan tersebut merupakan peninggalan Ras Austrimelanesoid. Fosil tersebut diperkirakan berasal dari masa 3000 – 7000 tahun lalu.

“Temuan ini akan kami konservasi di kantor arkeologi Jakarta untuk mencari informasi baik usia, jenis, kronologi budaya hingga siapa manusia pra sejarah pertama yang tinggal di sini,” terangnya.

Menurut Djatmiko, penemuan ini merupakan hasil dari penelitian sebelumnya di sekitar bekas galian yang mengalami longsor. Peralatan yang ditemukan itu terdiri dari alat-alat dari batu seperti ujung panah, flakes, batu pipisan serta kapak yang sudah di asah.

Namun dari sekian penemuan, alat yang paling dominan adalah alat-alat kehidupan yang terbuat dari tulang dan tanduk rusa. Karena di gua tersebut banyak ditemukan peralatan dari tulang, disebut Sampung Bone Culture.

Gua ini, menurut Djatmiko memang jadi lokasi hunian ras kecil manusia pra sejarah sekitar 3000 hingga 7000 tahun lalu. Pada masa itu, manusia butuh berburu dan meramu istilah yang digunakan dalam ilmu prasejarah, pada masa tingkat budaya Mesolitikum dan budaya Neolitikum yang dicirikan dengan penemuan alat-alat dari tulang dengan sebutan Sampung Bone Industry.

Saat ini, lanjutnya, tim sudah menemukan alat-alat batu berjumlah 50 an. Ada yang berbentuk lancipan, maupun mata panah bergerigi. Total ada 8 batuan yang spesifik kegunaannya. Sedangkan alat tulang total ada 20 dengan spesifik kegunaan masing-masing, mulai dari lancipan, sudip dan spatula, maupun sendok.

“Hasil penelitian ini diharapkan menambah literasi sejarah manusia purba di Tanah Air,” terangnya.

Djatmiko mengatakan, ada misi yang diemban oleh Puslit Arkenas saat mendatangi situs Gua Lawa. Dia menargetkan menemukan tulang manusia pra sejarah, sebab dalam penelitian sebelumnya sudah ditemukan sembilan rangka manusia di gua yang terletak di Desa/Kecamatan Sampung.

“Total sudah ada sembilan. Tahun 2008 lalu kami juga menemukan rangka manusia pra sejarah,” jelas pria asal Yogyakarta ini.

Dia bersama tim menduga di Gua Lawa masih ada sekitar 20 an kerangka manusia pra sejarah. Pasalnya gua ini termasuk cukup luas dan teduh. Hal itu bisa jadi menjadi tempat tersembunyi manusia purba saat itu.

“Gua ini jadi pilihan hunian orang zaman dulu untuk bermukim di sini karena dekat dengan sumber mata air, ada sumber air purba bisa untuk cuci, minum,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...