Tiga Tuntutan SPKEP Terhadap Manajemen PT Unggul Indah Cahaya Belum Temui Titik Temu

Serang (30/1/2020) Satubanten.com – Perjuangan ratusan pekerja PT Unggul Indah Cahaya Tbk, untuk menuntut haknya nampaknya belum membuahkan hasil. Pasalnya, pada Sidang Pengadilan Hubungan Industri (PHI) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Serang, Kamis (30/1), berakhir deadlock (buntu –red).

Ada tiga tuntutan yang digugat oleh Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (SPKEP) unit kerja PT. Unggul indah Cahaya, Tbk. Yakni kelebihan jam kerja karyawan shift level 5-8, Kekurangan uang transport Karyawan level 5-6 dan Upah Minimun Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) karyawan level 1-8 yg belum dibayarkan dari bulan januari 2019 sampai dengan Januari 2020.

Ketua SPKEP PUK UIC Roch Suka Basuki, mengungkapkan, sebelumnya pihak termohon dan pemohon belum ada titik temu dan dilanjutkan pada PHI keputusan Aanmaning.

“Sekarang keputusan, tapi pihak pemohon (saya-red) belum deal dengan kesepakatan nilai periode jam kerja. Mereka (Manajemen-red) meminta sesuai paket PB 500, kalo kami inginnya normatif,soalnya dari perjanjian PB itu pengawas sudah bilang pada tanggal 21 November harus sudah dibayarkan sesuai dengan upah per-jam,” jelasnya.

Ia menjelaskan, SPKEP dan manajemen belum ada sepakat mengenai Nilai. Perusahaan inginya sesuai paket sementara karyawan menginginkan upah sesuai per jam. Untuk UMSK untuk 229 karyawan sampai saat ini belum dibayarkan.

“Totalnya ada sekitar 750 juta, tapi sampai saat ini perusahaan belum membayar. cuma dijadikan kenaikan berkala yang dibayarkan,” ucapnya.

Setelah tiga tuntutan yang belum menemui titik temu, pihak pengadilan akan melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni dalam waktu 10 hari surat keputusan anmaning (teguran eksekusi) akan diterbitkan, kemudian jika tidak ada keberatan dari perusahaan, dalam waktu 1,5 bulan akan dilaksanakan eksekusi. Namun, jika perusahaan mengajukan keberatan maka akan dilakukan sidang. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...