Tiga Tahun Berjalan, RUPS Umumkan Bank Banten Merugi Hingga 100 Milyar

Serang, (25/03/2018) SatuBanten News – Setelah tiga tahun berdiri, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) masih mengalami rugi bersih hingga mencapai Rp100 miliar, naik dibandingkan dengan rugi setahun sebelumnya yang hanya Rp76,26 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan, pertumbuhan total aset Bank milik Pemprov Banten ini meningkat sebesar 23,80 persen secara year on year dari Rp7,66 triliun pada 2017 menjadi Rp9,48 triliun. Kenaikan pendapatan bunga bersih ditopang oleh kenaikan kredit yang mencapai 7,99 persen naik dari 5,11 triliun menjadi Rp5,51 triliun.

Sedangkan pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat signifikan sebesar 19,84% pertahun dari Rp5,55 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp6,66 triliun pada 2018.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus mengatakan, sejumlah indikator kinerja keuangan menunjukan perlambatan karena dipengaruhi dari dampak ekonomi global, dan kondisi industri perbankan nasional yang terpengaruh dari normalisasi kebijakan moneter dan situasi geopolitik.

Selain itu, keterbatasan ekspansi- ekpansi kredit juga menjadi alasan Bank Banten mengami peningkatan rugi bersih pada tahun 2018, dan juga dipengaruhi oleh naiknya suku buka yang dilakukan bank Indonesia sejak awal 2018.

“Persaingan usaha pihak ketiga tidak hanya perbankkan saja, tapi juga dengan pasar modal juga sama. Kemarin pemerintah beberapa kali mengeluarkan obligasi ritel, suku ritel, sekarang bersaing juga dengan mereka. Sehingga kerugian kami meningkat dari tahun sebelumnya,” ungkap Fahmi usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan(RUPST) di Kota Serang, Senin (25/3/2019).

Lebih lanjut Fahmi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan strategi agar Bank Banten tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang sejalan dengan kebutuhan nasabah di era digital perbankan dengan meningkatkan sistem tekhnologi informasi.

“Menciptakan inovasi demi memberikan kemudahan kepada nasabah serta pengembangan internet banking dan pengembangan produk,” katanya.

Disisi pengembangan, Bank Banten akan menerima pembayaran e-samsat Provinsi Banten dan membantu wajib pajak melakukan kewajibannya. “Kita sedang mempersiapkan pengembangan pembayaran melalui berbagai payment point online bank seperti fastpay, toko ritel, DANA, dan Tokopedia,” ujarnya.

Fahmi berharap Bank Banten dapat menjadi bank penerima PBB, BPHTB, dan pajak lainnya yang menjadi sumber penerimaan daerah di seluruh Kab/Kota se Banten.

Sementara itu, Plt Komisaris Utama Bank Banten Media Warman, mengatakan bahwa selain membahas kinerja Bank Banten, RPUS juga memutuskan untuk melakukan perubahan dewan komisaris dan direksi. Perubahan dilakukan karena adanya pengajuan pergunduran diri dari Agus Ruswendi selaku Komisaris Utama Bank Banten.

Selain Agus, kata dia, RUPS juga memutuskan untuk memberhentikan Bambang Mulyo Atmojo dari jajaran direksi. Pertimbangannya bermula dari RUPS 23 November 2017, saat itu jajaran direksi mengusulkan Bambang diangkat menjadi direktur kepatuhan.

Dalam ketentuannya untuk mengisi posisi itu harus kembali fit and proper. Beliau sudah lulus untuk (posisi) direksi yang lain, tapi fit and proper untuk jabatan Direktur Kepatuhan belum memenuhi syarat. Hari ini pemegang saham memutuskan untuk diberhentikannya dengan hormat. Kemudian mengangkat Kemal Idris sebagai Direktur Operasional merangkap Direktur Kepatuhan,” paparnya. (RLS/SBS01)

You might also like
Comments
Loading...