Tidak Kemana-Mana Selama Pandemi, Mahasiswa UNS Dari Provinsi Banten Melakukan Pengabdian di Lingkungan Sekitar

Satubanten.com- Bulan Agustus adalah waktunya mahasiswa UNS melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata atau yang biasa dipanggil oleh KKN. Selama pandemi, KKN yang dilakukan difokuskan untuk mengembangkan daerah masing-masing. Daerah Jurang Mangu, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, tepatnya di SDN Jurang Mangu Timur 02, merupakan tempat yang dipilih oleh Kelompok 5 KKN UNS. Alasannya adalah karena pemberdayaan lembaga pendidikan merupakan salah satu cara mengembangkan sebuah komunitas sosial.

Di SDN Jurang Mangu Timur 02, Kelompok 5 KKN UNS memiliki lima program utama. Program pertama adalah edukasi Covid-19 yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2021 melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru SDN Jurang Mangu Timur 02. Program ini ditujukan untuk mengedukasi warga sekolah terkait urgensi kesadaran diri terhadap ancaman pandemi Covid-19. Program ini kemudian diikuti dengan program lanjutan berupa perlombaan edukasi yang diadakan pada 14 – 20 Agustus 2021. Pada perlombaan edukasi, siswa sebagai sasaran lomba dapat mengikuti baik lomba menggambar atau pun lomba video yang hasilnya diunggah di Instagram @kkn5uns untuk penilaian dan penjurian oleh publik. 

Selain program yang berkaitan dengan edukasi Covid-19, kelompok 5 KKN UNS juga mengadakan program pendampingan belajar daring dan fasilitasi pembuatan video pembelajaran untuk sekolah. 

Program yang menjadi puncak serangkaian program KKN Kelompok 5 adalah Webinar Psikologi Anak dan Kiat Pendampingan Belajar di Rumah yang ditujukan kepada guru dan orang tua/wali siswa SDN Jurang Mangu Timur 02 pada khususnya, dan masyarakat umum pada umumnya. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para partisipan. 

Serangkaian program KKN Kelompok 5 di SDN Jurang Mangu Timur kemudian ditutup dengan penutupan lomba dan pembagian penghargaan pemenang lomba pada 30 Agustus 2021 di SDN Jurang Mangu Timur 02. 

“Kkn kali ini benar-benar di luar ekspektasi saya, yang mana biasanya KKN diadakan di desa-desa terpencil tetapi untuk saat ini harus menjalankan KKN dengan situasi kondisi 180 derajat berbeda. KKN di lingkungan kota benar-benar menjadi tantangan bagaimana menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat ditambah dijalankan secara online. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Segala keresahan yang sebelumnya menghantui bisa dihentas karena rekan-rekan kkn yang sama-sama berjuang menyelesaikan kewajiban. Meskipun masih banyak kendala saat keberjalanan KKN ini,” ujar Meilani, selaku koordinator Kelompok 5 KKN UNS. (Sbs11/Dinda Yustia)

You might also like
Comments
Loading...