Teror Penembakan Paska Shalat Jum’at di Selandia Baru Tewaskan 49 Orang

Selandia Baru (15/03/2019), Satubanten.com – Selepas menunaikan Ibadah Shalat Jum’at (14/03), jama’ah masjid Al Noor, dikejutkan oleh bunyi tembakan senjata api beruntun. Seseorang yang tidak dikenal mengarahkan senjata tersebut kepada jama’ah yang masih berada di masjid tersebut secara membabi buta. Beberapa orang sempat mengelak dan kabur, sebagian lain menjadi korban keganasan penembak tersebut.

Kejadian teror tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Masjid Al Noor saja, tapi juga terjadi di masjid Linwood. Kedua masjid tersebut masih terletak di Kota yang sama yakni Kota Catenbury, Christchurch , Selandia Baru. Hingga saat ini pelaku teror penembakan tersebut belum disebutkan namanya. Namun dari serangan tersebut, Komisaris Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush mengatakan bahwa hingga saat ini korban meninggal akibat serangan tersebut mencapai 49 orang.

“Di masjid Deans Avenue (Al Noor), kita sekarang tahu bahwa 41 orang telah kehilangan nyawa mereka. Dan di masjid Linwood, 7 orang telah kehilangan nyawa mereka. Dari 40 orang yang telah dirawat di Rumah Sakit Christchurch, satu sekarang telah meninggal. Jadi jumlah total orang yang telah meninggal dalam peristiwa yang mengerikan ini adalah 49 orang,” ungkap Bust.

Dalam keterangannya tersebut, Bust mengatakan bahwa seseorang berusia 20an tahun telah didakwa atas tragedi penembakan tersebut. Namun Bust belum mengatakan nama tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa pemuda tersebut akan diproses hukum pada pengadilan di Christchurch, esok. Ia berjanji akan menyediakan keterangan lebih lanjut tentang kejadian tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan bahwa saat kejadian tersebut, setidaknya ada 6 WNI yang berada di lokasi. Namun dari keenam WNI tersebut, baru 3 orang yang diketahui nasibnya. Sementara itu menurut kabar dari KBRI Wellington, 2 orang WNI menjadi korban dan dirawat di ICU Christchurch Public Hospital. Sedangkan 1  orang lainnya masih belum diketahui kabar pastinya.

“Informasi awal mengatakan bahwa terdapat 6 warga negara Indonesia yang berada di masjid tersebut. Tiga warga negara Indonesia berhasil melarikan diri. Sudah bisa melakukan kontak,” tutur Retno.

Menurut Retno hingga saat ini total WNI yang ada di Christchurch ada 330 orang. 130 di antaranya yakni berstatus pelajar. Hingga saat ini, Retno mengatakan bahwa timnya akan terus bekerja memastikan nasib WNI yang berada di Christchurch.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jasinda Ardern mengatakan bahwa kejadian penembakan tersebut adalah aksi terorisme. Ia menyebut kejadian ini sebagai ‘kejadian yang luar biasa, tak pernah terjadi sebelumnya, dan salah satu hari terkelam’ Selandia Baru. (IBC/SBS032)

 

You might also like
Comments
Loading...