Ternyata Mesin Di Krakatau Posco Tidak Memiliki Sertifikat

Cilegon, SatuBanten- Penyidik Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon kembali memeriksa ke area ledakan di pabrik Steel Making Plant PT Krakatau Posco.

Setelah tim penyidik mengumpulkan data dan dokumen dari pihak manajemen perusahaan, hasil kesimpulan sementara, diketahui mesin converter yang beroperasi pada saat terjadinya ledakan dahsyat itu ternyata tidak mengantongi sertifikasi penggunaan alat dari Disnaker Cilegon.

“Converter Krakatau Posco itu belum memiliki sertifikasi. Sedangkan ladle dan water cooling roof hood-nya saat ini sedang kita pelajari. ” ujar Rachmatullah.

Langkah penyidikan itu, jelasnya, dilakukan secara intensif atas dorongan dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten yang ingin segera memastikan latar belakang penyebab terjadinya ledakan yang memakan korban jiwa itu.

“Langkah berikutnya, kita tinggal menunggu instruksi dari kepala dinas. Usulan kita, akan meminta Krakatau Posco untuk menghentikan penggunaan alatnya, artinya otomatis pabrik tidak akan beroperasi, dan penyidikan akan tetap terus berjalan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, ledakan itu terjadi pada saat proses penuangan besi cair dari ladle ke mesin converter, yang akan menghasilkan baja cair. Diduga, ledakan terjadi lantaran adanya air yang berasal dari cooling water roof hood yang menurut rencana akan diganti oleh pihak perusahaan beberapa hari setelah ledakan.(BSB/005)

You might also like
Comments
Loading...