Terminal Cipocok Masih Sepi, Dishub Tuding Banyak Sopir Angkot Bandel

Serang (4/7/2019 ) Satubanten.com –  Penggunaan terminal Cipocok Jaya, Kota Serang terlihat belum maksimal sebagaimana fungsinya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang menyebut sopir angkutan kota (angkot) masih banyak yang membandel dan tidak mengikuti peraturan yang ada. Padahal, setiap pagi petugas melakukan penjagaan untuk mengarahkan mobil masuk ke terminal.

Kepala Bidang (Kabid) Kendali Operasi (Dalops) dan Rekayasa Lalu Lintas Angkutan Umum Dishub Kota Serang Heru Najaya mengatakan, tugasnya hanya mengarahkan angkutan masuk ke dalam terminal. Selebihnya untuk penindakan dan sanksi  sopir yang melanggar rambu-rambu lalu lintas diserahkan kepada pihak yang berwenang, yang dalam hal ini kepolisian.

“Tetap masih ada angkutan yang masuk ke terminal. Kan kalau pagi ada petugas kami yang jaga di pertigaan Cikutuk. Itu mereka (petugas) mengarahkan angkutan ke terminal. Dan disini tugas Dishub kushusnya Dalops hanya mengarahkan angkutan ke terminal. Kalau masih ada yang tidak ke terminal itu sopirnya yang bandel,”  ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/7).

Terkait adanya keluhan dari para sopir angkutan tentang sepinya penumpang di Terminal Cipocok Jaya, ia memakluminya karena saat ini penumpang lebih banyak memilih ojek online. “Dilema juga dari penumpangnya. Arahan sudah kami lakukan, tapi gimana lagi penumpang lebih memilih ojek atau taksi online,”  katanya.

Gal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Kota Serang Bambang Gartika menuturkan, jika angkutan dalam kota juga memiliki trayek yang melalui jalur Cipocok Jaya. Akan tetapi, karena penumpang didaerah tersebut sedikit, akhirnya para sopir enggan melaluinya. Sehingga angkot yang melewati jalur itupun sangatlah jarang.

“Itu ada trayeknya, tapi mungkin karena sepi penumpang jadi jarang dilalui. Kemudian para penumpang juga males buat pindah angkot. Mungkin mereka juga enggan untuk mengeluarkan ongkos lagi. Ini kan jadi sopir angkot juga jadi males masuk terminal,” tuturnya.

Sementara, menanggapi permintaan Wali Kota Serang terkait penambahan trayek angkutan dan peremajaan, ia mengatakan, kalau saat ini masih dalam pembahasan. “Kami sedang membuat aturannya, tinggal dibahas di bidang hukum saja. Apakah mau mengikuti Kabupaten Serang yang 15 tahun usia trayek atau bisa lebih, kami akan kaji di bagian hukum. Termasuk trayek angkutan,” pungkasnya. (SBS-02)

You might also like
Comments
Loading...