Terima Siswa Pindahan Dari SMK Prisma Yang Tutup, Ini Kata Guru SMKN 7 Kota Serang

SERANG, Satubanten.com — Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prisma Kota Serang dinyatakan tutup, Senin (29/06). Sekolah tersebut terpaksa ditutup lantaran siswa yang mendaftar tidak lagi memenuhi kuota minimal. Bahkan setiap tahun jumlahnya semakin berkurang.

Imbasnya, pada tahun ajaran baru 2020/2021 kali ini, SMA dan SMK Prisma tidak lagi membuka proses penerimaan siswa baru. Sedangkan siswa yang masa studinya belum selesai (kelas XI dan XII) harus rela dipindahkan ke SMK lain yakni SMK6, SMK 7 dan SMK 8.

“Kalau siswanya itu mau nggak mau ya kita pindahkan, ada yang ke SMK 6, SMK 7 dan SMK 8. Guru yang tadinya mengajar disini juga akhirnya dipindahkan ke sekolah-sekolah tersebut, dibantu sama Diknas,” kata Kepala Sekolah SMK Prisma Syamsudin saat dikonfirmasi melalui telpon.

Proses Pengangkutan Bangku dari SMK Prisma (Foto : SBS032)

SMA dan SMK Prisma memang pernah berjaya di era tahun 90-an. Meski demikian, semakin hari pamor SMA dan SMKyang berada di bawah naungan Yayasan Prisma Sanjaya tersebut semakin menurun. Faktor biaya pendidikan dinilai jadi sebab utama merosotnya jumlah siswa baru di SMA dan SMK Prisma. Hal tersebut juga dikatakan oleh Burhanudin, salah seorang pengajar di SMK N 7 Kota Serang.

Saat ditemui Satu Banten News di SMK Prisma, Burhanudin sedang mengurus perpindahan bangku dan kursi dari SMK Prisma yang dihibahkan ke sekolahnya. Pihaknya mendapat hibah sebanyak 40 pasang meja dan kursi untuk SMK N 7 Kota Serang.

“Sebetulnya kasihan juga, sekolah sebesar ini harus tutup. Tapi ya bagaimana lagi, murid mungkin kurang, terus juga orang-orang banyak yang pilih ke negeri Soalnya kan kalau di negeri lebih ringan, bahkan gratis sekarang,” katanya.

Proses Pengangkutan Meja dan Kursi untum dihibahkan (Foto : SBS032)

Burhanudin yang juga merupakan Kepala Program Study (Ka Prodi) Permesinan di SMKN 7 Kota Serang mengatakan bahwa hingga saat ini proses transfer siswa sedang berlangsung. Hingga nanti akhir bulan Juni menurut Burhanudin, siswa masih berstatus Siswa Prisma hingga ajaran baru dimulai.

“Kalau siswa yang ke SMK 7 itu ada sekitar 40, kalau sampai sekarang memang statusnya masih siswa sisni (Prisma, red). Baru nanti pas mulai tahun ajaran baru mereka resmi jadi siswa di SMKN 7, karena statusnya siswa pindahan jadi tidak ada tes ulang seperti masuk baru dari awal,” pungkasnya. (MIH/SBS)

You might also like
Comments
Loading...