Terendam Banjir, Mobil Harus Turun Mesin

Tangerang (04/01/2020), Satu Banten News – Saat banjir melanda kawasan Tangerang, banyak mobil yang terendam air banjir dengan ketinggian mencapai atap mesin memang harus menjalani perbaikan dengan cara turun mesin.

Menurut Rahmat (44) salah satu pemilik bengkel Rahmat Mobilindo di Kawasan Serpong mengatakan bahwa kondisi tersebut harus dilakukan, karena mesin telah terendam air dalam waktu lama dan berdampak air masuk ke dalam mesin.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan bahwa bercampurnya air ke dalam mesin, bisa terjadi karena resapan air yang telah masuk diantara sekat sambungan blok mesin dan bagian saluran buang atau saluran pengecekan oli mobil. Kondisi tersebut jika dibiarkan bisa menyebabkan air yang masuk ke mesin bisa membuat kinerja mesin bermasalah.

“Jika ada air yang tercampur dengan pelumas di bagian mesin, harus melalui pengurasan secara maksimal. Langkah pengurasan dengan cara membersihkan seluruh bagian internal mesin untuk memastikan tak ada air yang tersisa di dalam mesin,” ungkap Rahmat salah satu pemilik bengkel di kawasan Serpong kepada Satu Banten News, Sabtu (04/01/2019).

Ia menambahkan air yang masuk di dalam mesin jika dibiarkan akan berdampak pada rusaknya komponen internal mesin. Beberapa bagian akan mengalami korosi dan berkarat, kondisi tersebut jika dibiarkan lama dan tidak diperbaiki bisa membuat kinerja mesin terganggu.

Untuk lebih memastikan kerusakan pada mobil yang terendam banjir, baiknya pemilik mobil melakukan pengecekan ke bengkel yang memiliki peralatan lengkap dan sesuai standar pabrikan. Dengan standar tersebut, mobil yang terendam banjir terlebih dahulu akan dikuras olinya dan didiagnosa kerusakan apa yang perlu diperbaiki dari kondisi mobil yang terendam banjir.

“Baiknya memang mobil langsung di bawa ke bengkel langanan untuk didiagnosa kerusakan akibat banjir, sehingga konsumen tetap nyaman dalam urusan perbaikan mobilnya,” ujar Rahmat. (Ero/SBS)

Comments
Loading...