Tepis Cibiran Miring, PPDI Kota Serang Gelar Pelatihan Menjahit Khusus Disabilitas

Serang (19/02/2020) SatuBanten.com – Puluhan penyandang disabilitas seperti tunarungu dan tunadaksa antusias dan serius mengikuti pelatihan menjahit baju dan tas. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) bersama dengan Dinas Sosial Kota Serang.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan itu untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat penyandang disabilitas. Terlihat para peserta Disabilitas ada yang sedang mengukur kain dan juga menggunting kain untuk dijadikan baju serta tas.

“Untuk pelatihan hari pertama ini, mereka baru diajarkan bagaimana membuat dan menggunting pola kain. Jadi kalau untuk menjahitnya, besok (hari ini) kami akan ajak mereka langsung ke konveksinya,” ujar Kasi Disabilitas pada Dinsos Kota Serang, Eka Faksi di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 2 Kota Serang.

Mengenai jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, Eka menuturkan bahwa terdapat 41 peserta. Untuk pelatihan yang terjun langsung ke konveksi, akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok jahit dan kelompok sablon.

“Jadi mereka nanti akan dibagi menjadi dua kelompok, yang satu kelompok akan diajarkan keterampilan untuk menjahit. Sedangkan kelompok satunya akan diajarkan keterampilan menyablon,” terangnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Eka berharap para penyandang disabilitas minimal dapat disalurkan langsung untuk bekerja pada konveksi yang telah bekerjasama dengan Dinsos Kota Serang. Namun tidak menutup kemungkinan jika para peserta ingin membuka usahanya konveksinya sendiri.

“Yah tapi kan kalau untuk berwirausaha butuh pengalaman yang matang. Makanya mungkin nanti minimal bekerja dulu di konveksi, kalau memang sudah siap bisa membuka usaha sendiri. Untuk alat-alat bisa disalurkan melalui bantuan sosial (Bansos),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Kota Serang, Teguh, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinsos Kota Serang, dengan adanya program pemberdayaan seperti ini, dapat menjadi pembuktian bahwa disabilitas pun punya potensi.

“Pola fikir masyarakat saat ini, meskipun tidak semua, ada saja yang berfikir bahwa kami sebagai penyandang disabilitas itu tidak bisa berbuat apa-apa. Bisanya hanya ngerepotin saja. Tapi dengan adanya pelatihan ini dapat menjadi bukti bahwa jika diberi kesempatan, kami juga mampu,” ujar Teguh. (RR/SBS31)

Comments
Loading...