Tegas! Bupati Iti Hentikan Usaha Galian Tanah Urugan Karena Dianggap Membahayakan Lalin

Lebak (25/02/2020), Satubanten.com – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengeluarkan kebijakan untuk menutup dan menghentikan usaha galian tanah urugan di area Lebak. Hal ini dilakukannya saat rapat bersama perwakilan pengusaha galian tanah, Selasa (25/02/2020).

Selain dihadiri oleh pengusaha galian tanah, rapat yang digelar di Ruang Rapat Terbatas Setda Lebak ini juga dihadiri oleh pihak kepolisian Resort Lebak dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Kabupaten Lebak.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi lapangan yang dilakukan langsung oleh Bupati Lebak, khususnya di sepanjang Jalan Sajira – Curug Bitung – Maja pada Selasa, 18 Februari 2020 lalu.

“Terkait dengan lokasi-lokasi penggalian tanah ditutup dan dihentikan karena tidak memiliki ijin resmi dan membahayakan keselamatan lalu lintas, ” kata Iti.

Bupati mengatakan bahwa merebaknya usaha galian tanah urugan telah meresahkan masyarakat. Hal ini dikarenakan selain merusak lingkungan, galian tanah juga mengakibatkan rusaknya infrastrutkur seperti jalan dan jembatan. Bahkan menurutnya, tidak kurang dari 5 orang tiap hari yang mengalami kecelakaan akibat jalanan yang licin.

Sementara itu Kabag Ops Polres Lebak AKP Rahmat Sampirno, S.IK, mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkab Lebak. Ia meminta kepada semua pihak untuk mematuhi kebijakan Pemda terkait penutupan dan penghentian kegiatan galian tanah tersebut.

“Selain membuat rusaknya infrastruktur seperti jalan dan jembatan, saya juga belum mendengar konpensasi dari para pengusaha untuk masyarakat,” ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan bahwa pihaknya bersama-sama dengan Pemda akan menindak tegas pengusaha yang tidak mengindahkan keputusan bupati ini. (IBC/SBS032)

Comments
Loading...