Tak Sengaja Lalu Jadi Cinta, Ini Cerita Alumni Prisma Yang Tutup Dengan Terpaksa

SERANG, Satubanten.com — Berita ditutupnya SMA dan SMK Prisma sontak menghebohkan warga jagat maya. Sekolah yang telah menuliskan nama harumnya di kalangan Siswa itu, kini hanya tinggal nama.

Dulu, ada kalanya Prisma berjaya, tapi beberapa tahun belakangan nafasnya seperti sesak dan berat mengejar target pendaftaran siswa. Hingga akhirnya, Senin (29/06), SMK dan SMA Prisma harus menyerah dan tutup dengan terpaksa.

“Sayang sekali sekolah seperti Prisma harus tutup, padahal merupakan salah satu sekolah swasta rujukan di Banten,” kata Angga, salah seorang alumni SMA Prisma.

BACA JUGA :Terima Siswa Pindahan Dari SMK Prisma Yang Tutup, Ini Kata Guru SMKN 7 Kota Serang

Angga memang tak salah, di masanya, Prisma terkenal dengan sekolah yang masuk kategori “Wah”, baik fasilitasnya maupung uang SPP nya. Angga termasuk yang akhirnya menikmati lengkapnya fasilitas yang ada di Prisma saat bersekolah di sana.

“Kalau di Prisma yang cukup unggul itu fasilitasnya, lengkap dari mulai lapangan sampai ada studio musiknya juga,” imbuhnya.

Awalnya Angga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berencana masuk ke sekolah Prisma, namun karena sistem saat itu tidak memungkinkannya masuk SMA Negeri, maka ia harus rela memilih yang lain.

“Awalnya saya mau masuk SMA lain tapi jauh. Terus pilihan lainnya SMA di Pontang dan Kibin, jauh sekali. Lalu dapat brosur sekolah lain salah satunya Prisma, dan dulu ada Pasundan juga. Tapi ya akhirnya ke Prisma walaupun sempat diskusi panjang dengan orang tua,” imbuhnya.

Fasilitas dan program di SMA Prisma, menurut Angga saat itu sempat menjadi pelopor bagi sekolah lain. Namun, dirinya juga tidak memungkiri bahwa saat ini orang lebih memilih sekolah SMA Negeri, karena secara biaya lebih hemat.

“Sebetulnya sayang banget kalau harus tutup sekolahnya, mungkin ya jadi pengingat juga buat para alumni seandainya sekolah yang sudah menjadi kontribusi dalam hidup kita, itu juga mendapat perhatian lebih,” kata Angga.

SMA dan SMK Prisma dinyatakan tutup setelah tidak dapat memenuhi kuota minimal siswa. Hingga akhirnya siswa yang tersisa harus dipindah ke sekolah lain yang sesuai zonasi. Bahkan bukan hanya siswa tapi seluruh aset bangku juga turut dihibahkan ke sekolah lain. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...