Tak Mau Kalah Dengan Exxonmobil, Pertamina Buka Pertashop

Jakarta (28/02/2020), Satubanten.com – Demi memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), PT Pertamina (Persero) akhirnya meluncurkan Pertashop. Pertashop sendiri merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, gas elpiji, dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Direktur Pemasaran Retail Masud Hamid menjelaskan, tujuan diluncurkannya Pertashop salah satunya mewujudkan program One Village One Outlet demi memenuhi kebutuhan energi di masyarakat.

“Pertashop menyediakan dua produk utama yang hari ini sangat atau menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat, yaitu BBM dan elpiji, yang mana dua-duanya dikelola Pertamina. Oleh karena itu, kita ingin mewujudkan program One Village One Outlet, satu desa satu outlet Pertamina,” ujar Masud usai acara Kick Off Petrashop PT Pertamina di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/2/2020).

Lebih lanjut Masud menjelaskan, ada tiga jenis Pertashop yang dikeluarkan oleh Pertamina, yaitu Gold, Platinum, dan Diamond. . Di mana, tujuan utamanya adalah agar desa menggunakan anggaran BUMDes nya untuk bisa membuat Pertashop.

Tipe Gold sesuai untuk desa atau kecamatan yang berjarak lebih dari 5 kilometer dari SPBU.Kebutuhan lahan 144 meter persegi. Rekomendasi omzet 400 liter perhari. Tangki penyimpanannya 3 kiloliter (portabel).

Tipe Platinum sesuai untuk kecamatan yang belum terdapat SPBU atau sesuai hasil survei. Kebutuhan lahannya 200 meter persegi dengan lebar muka minimal 20 meter. Rekomendasi omzetnya 1.000 liter perhari. Tangki penyimpanannya 10 kiloliter (pendam).

Sedangkan tipe Diamond sesuai untuk kecamatan yang belum terdapat SPBU atau sesuai hasil survei. Kebutuhan lahannya 500 meter persegi dengan lebar muka minimal 20 meter.

Masud mengatakan bahwa untuk dapatb melakukan proses pengajuan, calon mitra harus menyertakan alamat lokasi, data koordinat, dan dokumen badan usaha atau badan hukum. Data tersebut kemudian akan diverifikasi melalui survei lapangan dan studi kelayakan.

Setelah itu, data yang telah terverifikasi akan diproses untuk pengajuan dana ke Pemerintah Daerah atau Pemda serta akuisisi lahan. Setelah proses pengajuan selesai baru kemudian proses pembangunan. Dari desain yang sudah diajukan untuk pembuatan Pertashop yang sudah disetujui, kemudian pembangunan dimulai.

Setelah pembangunan selesai baru dilakukan proses pengesahan kontrak selama 10 sampai 20 tahun. Setelah proses kontrak selesai baru kemudian bisa dioperasikan. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...