Tak Lihat Hilal Sore ini, Kerajaan Saudi Arabia Putuskan Awal Ramadhan 6 Mei 2019

Riyadh (05/05/2019), SatuBanten News – Awal puasa di Kerajaan Saudi Arabia baru akan dilaksanakan pada Senin (6/5/2019) waktu setempat. Hal ini didasarkan atas penglihatan terhadap bulan baru (hilal) yang tidak terlihat di Saudi Arabia pada Sabtu sore (4/5/2019).

Dikutip dari Al Arabiya, pihak otoritas Kerajaan Saudi Arabia mengatakan bahwa bulan sabit Ramadhan belum terlihat di Arab Saudi pada Sabtu (4/5/2019), dengan penampakan lain dijadwalkan pada hari Ahad dan bahwa bulan suci akan dimulai pada hari Senin, 6 Mei 2019.

Seperti diketahui, ummat Islam mengikuti kalender bulan yang terdiri dari 12 bulan dalam setahun 354 atau 355 hari. Hal ini didasari setelah mengamati bulan sabit yang menandai awal Ramadhan, yakni bulan kesembilan dari kalender Islam (Hijriyah).

Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam karena salah satunya adalah kewajiban menjalankan ibadah puasa yang dimana didalamnya ada larangan dan petunjuk yang harus ditaati oleh seluruh ummat Islam yang sudag baliq.

Selain itu, bulan Ramadhan terdapat suatu waktu dimana Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad yang setiap tahunnya dirayakan. Puasa selama bulan Ramadhan juga merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Sementara itu, Cendekiawan Arab Saudi yang juga anggota Saudi Council of Senior Scholars, Sheikh Abdullah bin Sulaiman Al Manae, mengatakan bahwa awal Ramadan serta Syawal atau Idul Fitri 1440 H berdasarkan penghitungan, Syaban akan berlangsung selama 30 hari, sedangkan Ramadan 29 hari. Artinya, kemungkinan besar umat Islam, setidaknya di Saudi, akan berpuasa 29 hari pada tahun ini.

“Saya membuat pernyataan ini mengikuti pernyataan sebelumnya tentang awal dan akhir bulan-bulan (Hijriah),” kata Abdullah, dalam pernyataan, seperti dikutip dari Khaleej Times.

Menurut dia, datangnya Ramadan sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal Muharram 1440 H. Tak hanya Ramadan, bulan lain termasuk Dzulhijjah, di mana umat Islam seluruh dunia melaksanakan ibadah haji, juga sudah bisa diperkirakan.

Dia sudah memperhitungkan prediksi datangnya hari besar bagi umat Islam sejak 1415 H.

“Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadan, Syawal, Dzulhijjah, sampai Muharram lagi, setiap tahun, dimulai pada 1415 H, di mana itu berpengaruh pada kemunculan hilal pada setiap bulan berikutnya,” kata dia.

Untuk tahun ini, lanjut dia, umat Islam diperkirakan akan memulai ibadah puasa Ramadan pada 6 Mei 2019 sampai 29 hari kemudian.

Penentuan awal Ramadan bisa berbeda antara satu negara dengan lainnya karena perbedaan cara atau pedoman dalam menentukan datangnya hilal. Hal ini menyebabkan awal Ramadan dan Idul Fitri bisa berbeda-beda. (MAK/SBS)

You might also like
Comments
Loading...