Status Waspada, Radius 2 Kilometer Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat ke Krakatau

Serang (28/5/2019), SatuBanten News – Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi pada Sabtu 25 Mei 2019, hingga Selasa (28/5/2019) malam masih dinyatakan status waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api di Selat Sunda itu telah lebih dari 20 kali gempa.

“Sejak sabtu kemarin, warga yang berada di Labuan harus lebih waspada,” ujar Asep (29) warga Labuan kepada SatuBanten News.

Warga sekitar pesisir Selat Sunda, saat ini masih terus waspada sejak tsunami yang melanda kawasan ini pada akhir tahun kemarin.

Dikutip dari laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, tinggi kolom abu yang keluar dari Gunung Anak Krakatau memang tidak teramati dari pos pemantau Pasauran. Namun demikian, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sekira 7 menit 47 detik.

Dari rekaman seismograf pada Sabtu kemarin, gunung api dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami 17 kali gempa dengan rincian; lima gempa letusan, empat gempa embusan, eenam kali gempa harmonik, sekali gempa low frequency dan sekali gempa vulkanik dalam.

“Tremor menerus dengan amplitudo 1 – 45 mm, dominan 10 mm.”

Saat ini masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau. (RLS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...