SPBU Kaserangan Terapkan Self Service Secara Penuh

Serang (22/06/2019), Satubanten.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 34-42107 atau SPBU Ciruas mulai terapkan sistem pengisian bahan bakan secara self service secara penuh. Hal ini diketahui dari adanya pengumuman di tiap dispencer yang ada di SPBU tersebut sejak Sabtu, (22/06).

“Dispenser ini program Self service. Pengendara harap melayani sendiri,” begitu bunyi pengumuman yang tertempel di Dispencer tersebut.

Pengumuman semacam ini tertempel di semua selang yang ada di SPBU tersebut. Itu artinya SPBU 34-42107 ini telah menerapkan sistem self service secara penuh. Beberapa waktu lalu, aiatem aelf service hanya diterapkan pada 2 dispenser di SPBU ini, namun kini sudah diterapkan di semua dispenser.

“Sekarang semuanya isi sendiri, soalny program dari perusahaannya begitu kalau SPBU ini. Jadi pengisi nanti bisa tentukan sendir seberapa banyak mereka akan mengisi,” kata Linda salah seorang kasir di SPBU tersebut.

Jika dulu di setiap dispenser tersedia 2 orang operator di masing-masing dispenser, kini komposisinya 2 orang untuk 2 dispenser. Satu orang sebagai kasir dan satu orang sebagai pengawas dan membantu jika ada pengisis yang kesulitan.

Sistem ini sebenarnya sudah diuji cobakan oleh PT Prtamina sejak 2012. Namun penerapannya masih di SPBU di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung saja. Namun kini semakin banyak Kota Yang menerapkan sistem Self Service untuk pengisian BBM ini. Sebut saja misalnya Tangerang, Jawa Barat, Jogja, Surabaya, Semarang dan Medan.

Khusus untuk Kota Serang, ada 2 SPBU yang menerapkan sistem Self Service ini yakni SPBU 34-42131 di Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya dan SPBU 34-42107 di Kaserangan, Kecamatan Ciruas.

Pihak SPBU menerengkan bahwa dengan SPBU ini dapat mengurangi antrean panjang. Namun Didin salah seorang pengisi merasa justru kesulitan dalam melakukan pengisian. Metode pembayarannyapun masih menyulitkan karena kasir terlalu jauh dari dispenser.

“Ya saya kan ngga pernah ngisi sendiri, jadi nggak tahu bagaimana ngisinya, mencet-mencet tombolnya apa aja kan belum tahu. Makanya tadi malah lebih lama, kasian juga saya sam yang antri tadi,” kata Didin.

Selain merasa kesulitan, sistem ini juga berpotensi menghilangkan tenaga kerja yang semula bertugas menjaga dispenser. Hal ini dikemukana oleh Fitri, petugas lain di SPBU 34-42107. Meski dinilai dapat lebih menguntungkan dari segi waktu dan biaya, menurut Fitri sistem ini akan sangat merugikan pekerja.

“Kalau tadinya kan banyak yang jaga jadi yang kerja bisa banyak. Kalau kayak sekarang kan jadi lebih sedikit yang jaga, terus yang tadinya udah kerja tapi karena sistem ini akhirnya Off kan kasian juga,” tuturnya.

Hingga kini sistem pengisian Self Service ini sudah cukup baik diterapkan khusus untuk pengguna motor. Sedangkan untuk pengguna mobil masih harus terus diadakan sosialisasi dan pemahaman.  (IBC/SBS032)

 

You might also like
Comments
Loading...