Sosialisasikan Pola Hidup Sehat, Pemkot Tangsel Libatkan 8.000 Kader Kesehatan

Tangerang (31/7/2019) Satubanten.com – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan melibatkan kader kesehatan untuk mencegah anemia.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa Tangsel dihuni oleh sekitar 1,6 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk yang mencapai 3,4%.

“Oleh karena itu kami tidak akan berhenti, karena urusan kesehatan ini adalah urusan wajib bagi Pemkot Tangsel,” jelasnya pada seminar bertajuk “Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Stunting

Menurutnya, dengan segala keterbatasannya, upaya ini tak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari para kader kesehatan yang saat ini berjumlah sekitar 8.000 orang.

“Karena urusan kesehatan ini adalah persoalan personal. Berarti urusan kesehatan 1,6 juta orang ini harus ditangani oleh Pemkot Tangsel, dan itu tentunya sebuah pekerjaan yang luar biasa. Untuk itu hadirlah kader kesehatan di Tangsel ini,” terangnya dikutip laman pemkot Tangsel, rabu (31/7)

Benyamin menyampaikan, sebisa mungkin pelayanan kesehatan ini berguna bagi masyarakat.

“Pandangan kami terkait urusan kesehatan ini, Kami ingin memerika kesehatan masayarakat sebelum mereka sakit,” katanya.

Ditambah lagi dengan adanya prediksi dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan bahwa 11 tahun mendatang, penduduk Tangsel akan mencapai 3.000 jiwa.

“Nah disini penting hadirnya kader-kader kesehatan untuk menyambung rasa dengan teman-teman kami di puskesmas, di dinas, serta di RSU Kota Tangsel. Untuk mengajak masyarakat hidup sehat,” jelasnya.

Hal itu mengingat, masih banyak masyarakat Tangsel yang belum menerapkan pola hidup sehat.

“Anemia itu disebabkan oleh pola makan yang kurang pas. Tapi sudah tahu sambal pedas, masih saja makan pedas. Jadi penyakit itu dicari sendiri. Cuci tangannya asal, hanya ujung jari saja,” ucapnya.

“Kita tidak menghendaki itu mengapa demikian. Kita yakin bayi-bayi yang menjadi penerus Kota Tangsel ini nantinya harus hidup sehat. Yang akan memikirkan Tangsel ke depannya itu harus diurus,” imbuhnya.

Benyamin menyampaikan kepada para kader sehat untuk senantiasa memberikan pengetahuan akan kesehatan bagi para ibu hamil.

Demi kesehatan penerus bangsa ini, Benyamin mengingatkan pentingnya asupan asi (air susu ibu) bagi para bayi.

“Kasih tau pada anak anak muda, pada ibu-ibu muda, asi jangan ketinggalan,” tegasnya.

Menurut dia, bayi yang mengkonsumsi asi lebih kuat dan sehat dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni, mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk menanamkan pengetahuan atas bahayanya penyakit kekurangan darah (anemia) dan gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama (stunting).

“Jadi mudah-mudahan ibu-ibu Tangsel dapat mengedukasi warga di wilayah binaannya tentang stuting ini. Selanjutnya untuk menurunkan tingkat kematian ibu hamil yang disebabkan oleh anemia,” pungkasnya (SBS/RLS)

You might also like
Comments
Loading...