Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kabupaten Pandeglang.

Pandeglang, (02/11/2018) – SatuBanten.Com – Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Sumberdaya Manusia Kementerian Komunikasi Informatika bekerja sama dengan Kementerian Sosial Mengadakan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kabupaten Pandeglang.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM), Masing-masing akan menerima bantuan keuangan senilai Rp 110 ribu per bulan, yang diwujudkan dalam bentuk beras dan telur.

Sosialisasi ini dihadiri Direktur Penanganan Fakir Miskin (PFM) Perkotaan (Wilayah II) Kementerian Sosial sebagai nara sumber yaitu Dr. H. Mumu Suherlan, BPNT merupakan inovasi pemerintah dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat miskin. ’’Masyarakat tidak akan terima uang secara langsung, namun melalui transfer ke rekening bank, penerima tinggal belanja di e-Warung. Jika dulu harus keluar uang untuk beli rastra, BPNT gratis,’’ungkapnya.

Menurutnya, BPNT dimaksudkan untuk meminimalkan terjadinya penyimpangan dana. Selain itu, pemerintah juga ingin memperbaiki gizi masyarakat kurang mampu yang saat ini dinilai kurang.

Dia menambahkan, saat ini lebih dari 30% anak Indonesia mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan fisik dan otak.’’Dikhawatirkan berpengaruh pada generasi Indonesia berikutnya. Untuk itu, dengan dicukupi gizinya, gejala stunting bisa dicegah,’’ tutur Mumu.

Sebanyak 15,5 juta penerima rastra di Indonesia akan beralih memperoleh BPNT secara bertahap. Kemensos menargetkan penyaluran BPNT untuk 10 juta masyarakat Indonesia selama tahun 2018, sedangkan sisanya diselesaikan 2019. ’’Kalau penerima Program Keluarga Harapan (PKH), tinggal top up kartunya, sedang yang hanya rastra kami dibuatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru,’’jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Informasi Dan Komunikasi Pembangunan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika Wiryanta, Kepala Dinas Sosial Tati Suwagiharti, Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Sandi Dan Statistik A. Suhaerudin. (SBS/RLS/011)

You might also like
Comments
Loading...