SMAN 2 Pandeglang Melestarikan Kesenian Tradisional Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

Oleh: Iqbal Ibnu Rosyid, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Semester 2, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Serang (29/06/2019) SatuBanten. News – Seni, kata tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita bila kita mendengarnya. Ketika mendengar sesuatu tentang seni, yang selalu terfikirkan dalam benak kita adalah suatu hal yang indah dan menakjubkan. Ada banyak sekali karya-karya seni yang terlahir dari tangan-tangan para seniman kreatif, baik itu lukisan, musik, tarian, dan lain sebagainya yang bisa kita nikmati.

Akan tetapi dizaman modern seperti sekarang ini, apakah kalian mengetahui kesenian tradisional yang ada di daerah kalian? Apakah kalian pernah melihatnya? Mendengarnya? Memainkannya mungkin? Atau, kalian tidak mengetahuinya sama sekali? Ada banyak sekali kesenian tradisional di setiap daerahnya masing-masing terutama Pandeglang. Bukan perkara mudah untuk menyaksikan kesenian tradisional pada zaman modern seperti sekarang ini, karena mungkin hanya bisa disaksikan dan ditemukan ketika ada event atau perayaan-perayaan tertentu saja.

Tetapi sebuah sekolah di daerah Pandeglang, atau lebih tepatnya di SMAN 2 Pandeglang terdapat Ekstrakurikuler yang merupakan satu-satunya Ektrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan dan bakat siswa dan siswinya dalam bidang kesenian, yaitu Sentra Agata. Sentra Agata merupakan Ekstrakurikuler kesenian yang lebih cenderung terhadap kesenian tradisional yang ada di Pandeglang terutama ubrug dan rampak bedug, serta tari dan musik tradisional.

Tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan dan bakat siswa siswi SMAN 2 Pandeglang dalam bidang seni, tapi juga melestarikan kesenian-kesenian tradisional itu sendiri. Filosofi Sentra Agata itu sendiri berasal dari kata Sentra yang diambil dari bahasa Inggris yakni Centre yang berarti pusat, dan Agata yang merupakan akronim dari Aksi Gaya Anak Samakta. Dimana Samakta sendiri diambil dari slogan SMAN 2 Pandeglang yakni ‘Gapura Undagi Samakta’. Jadi, Sentra Agata adalah pusatnya berkegiatan, beraksi, dan bergaya anak-anak atau siswa dan siswi Samakta (SMAN 2 Pandeglang).

Pada mulanya, Sentra Agata adalah dua Ekstrakurikuler yang berbeda tetapi masih dalam satu bidang, yaitu kesenian. Sentra merupakan akronim dari Seni Tradisi yang berarti hanya berfokus pada Seni Musik Tradisional saja. Dan Agata merupakan bentuk kecil dari komunitas Teater di sekolah menengah. Terbentuknya pun berbeda, yang pertama dibentuk adalah Teater Agata pada Juli 2007. Setelah Agata berjalan dengan baik, SMAN 2 Pandeglang kedatangan guru seni yang merangkap menjadi pembina juga pembimbing ekskul seni, akhirnya dibentuklah Sentra pada September 2011.

Dan setelah melalui pertimbangan yang cukup panjang akhirnya digabung mejadi Sentra Agata pada tahun 2016. Selain di sekolah, Sentra Agata juga sering mengikuti lomba dan mengisi berbagai acara yang diselenggarakan disebuah daerah dalam rangka memperingati hari jadi daerah tersebut ataupun hanya perayaan-perayaan biasa saja. Selain bertujuan untuk menghibur, juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat khususnya tentang seni tradisi dari daerah Pandeglang. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...