Kalah Atas Malaysia Setelah 15 Tahun, Timnas Indonesia Sesalkan Kericuhan Suporter

Jakarta (06/09/2019), Satubanten.com – Skuad sepak bola Indoensia akhirnya kalahkan oleh Skuad Malaysia dengan skor akhir 2-3 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2020, Kamis (05/09) di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Meski Indonesia sempat unggul di babak pertama dengan skor 2-1, namun di babak kedua Malaysia berhasil mencetak 2 gol tambahan.

Kekalahan di kandang sendiri ini merupakan catatan sejarah baru setelah 15 tahun Indonesia tercatat tidak pernah kalah dari Malaysia. Laga terakhir kekalahan Indonesia atas Malaysia yakni pada Piala Tiger 2004. Dalam laga tersebut tim Merah-Putih kalah 1-2 pada leg 1 semifinal. Dalam rentang waktu 15 tahu usai laga tersebut, Indonesia mengantongi 26 kali kemenangan dalam 72 laga. Sisanya sebanyak 20 laga, Indonesia dan Malaysia bermain imbang.

Simon McMenemy mengakui bahwa dalam laga tersebut Malaysia bermain lebih bagus dari tim Indonesia, terutama di babak kedua. Dirinya menegaskan bahwa kekalahan kali ini disebabkan oleh kondisi kelelahan para pemain yang energinya terkuras untuk bermain di Liga 1 Indonesia. Ia mengatakan bahwa jadwal permainan Liga harus ditata ulang untuk memaksimalkan performa pemain.

“Anak-anak dalam keadaan lelah. Lilipaly banyak main di liga, begitu juga Andik. Sebenarnya di lima menit terakhir itu kami mau pertahankan hasil imbang, tapi anak-anak sudah kelihatan lelah sekali,” kata Simon dalam Konferensi pers Post Match.

Dalam laga tersebut, dua gol yang membuat Indoensia unggul di babak pertama tersebut dicetak oleh  Alberto Goncalves. Hingga laga berakhir pada babak pertama, skor 2-1 dapat dipertahankan oleh permainan Skuad Indonesia yang masih cukup bagus. Namun memasuki babak kedua, permainan Skuad Indonesia sudah mulai tidak teratur. Hal ini juga diungkapkan oleh Beto (Alberto Goncalves) usai menjalani laga.

“Ya, sulit bagi kami. Kami sudah unggul 2-1, bermain pun cukup bagus. Namun, di babak kedua kami ada rasa capek, ya karena liga masih berjalan. Dalam satu minggu kadang-kadang dua kali game jadi ya sedikit berat,” kata Beto.

Sementara itu, bagi  Andritany Ardhiyasa, Kiper sekaligus kapten Skuad Indonesia, kekalahan kali ini memang menyakitkan. Namun bagi dirinya hal yang lebih menyakitkan adalah kericuhan yang terjadi di lapangan akibat ulah supporter Indonesia.

“Sedih pasti, kecewa pasti, tapi hati saya lebih sakit melihat kejadian yang terjadi di stadion. Ini sangat mencoreng nama baik Indonesia. Harusnya apa pun hasilnya, kita bisa menerima hasilnya. Jujur sebagai kapten Timnas Indonesia, saya sangat sedih dan kecewa melihat apa yang dilakuk an oleh para oknum suporter,” ungkapnya.

Dalam laga tersebut memang keributan sempat terjadi akibat supporter Indonesia memprovokasi suporter Malaysia dengan kata-kata rasis. Tidak hanya itu, oknum suporter tuan rumah juga melempari suporter Malaysia dengan botol minuman dan suar bom asap. Hasilnya laga sempat dihentikan bebrapa menit akibat kerusuhan tersebut.

Kericuhan bahkan berlanjut usai laga berakhir. Salah satu suporter Malaysia juga menjadi korban dalam kerusuhan tersebut hingga ditandu. Hingga proses evakuasi berlangsung, tandu yang membawa salah satu suppoerter Malaysia tersebut masih dilempari dengan botol minumn. Korban akhirnya dievakuasi menggunakan mobil ambulan.

Kerusuhan ini terjadi saat permainan memasuki menit ke-70. Skor saat itu masih bertahan imbang, 2-2 usai M. Syafik mencetak gol penyeimbang untuk Malaysia. Menyikapi kerusuhan yang disebabkan oleh oknum suporter Indonesia tersebut, Simon mengatakan bahwa suporter Indonesia memang bisa menjadi suporter terbaik di dunia. Namun jika terjadi masalah, supoeter Indonesia bisa menjadi suporter yang yang terburuk.

“Suporter Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tapi jika ada masalah yang terjadi dalam pertandingan, saya rasa suporter Indonesia bisa menjadi yang terburuk di dunia,” tutur McMenemy.

Akibat kericuhan tersebut, Menpora Malaysia Syed Saddiq mengatakan bahwa Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) akan melaporkan kejadi tersebut ke FIFA. Menyikapi hal tersebut, Imam Nahrawi sebagai sesama Menpora berencana menemui Sadiq untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan.

“Saya akan temui Menpora Malaysia untuk klarifikasi dan terus memperkuat hubungan baik yang selama ini dibangun oleh kedua negara. Jangan sampai renggang gara-gara soal bola, karena sepakbola itu mestinya menyatukan semua kita di muka bumi ini,” pungkas Imam. (IBC/SBS032)

 

You might also like
Comments
Loading...