Situs Masjid Pacinan Tinggi di Banten

Oleh: Izzah Tunnisa, Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Semester 2, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Serang (08/07/2019) SatuBanten. News – Sekarang pesona Banten Lama semakin indah dan menarik. Bukan tidak mungkin jika suatu saat citra Banten akan sejajar dengan pariwisata lainnya di Indonesia. Tak heran jika Banten saat ini banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai macam daerah. Banyak bangunan yang direnovasi dan ditambahkan bangunan-bangunan lain lagi sehingga tempat penziarahan ini terlihat semakin mempesona. Akan tetapi ada salah satu bangunan yang sudah tidak layak lagi digunakan namun sejarahnya masih tetap dikenang oleh masyarakat khususnya Banten yaitu Masjid Pacinan Tinggi.

Situs ini menjadi saksi betapa keragaman budaya dan agama berbaur dengan rukun di Banten. Masjid ini terletak di Kampung Pacinan, Desa Banten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Masjid ini hanya tinggal reruntuhannya saja, yang terlihat hanya mihrab dan sisa bangunan menara yang berdenah bujur sangkar. Bahkan masyarakat Banten banyak yang tidak mengenal bangunan ini, padahal masjid ini merupakan  salah satu peninggalan dan tempat wisata yang berada di Banten Lama.

Kita dapat melihat bangunan ini jika masyarakat sedang mengunjungi wisata Banten Lama. Bangunan Menara ini memang sekarang terlihat kumuh karena sudah tidak digunakan lagi sebagai semestinya. Menara ini terbuat dari bata dan dengan pondasi dan bagian bawahnya terbuat dari batu karang, dan bagian atap dari kayu cedana akan tetapi sekarang bagian atas menara ini sudah hancur, sehingga wujud utuh dari bangunan ini sudah  tidak nampak lagi. Berbeda dengan Masjid Agung yang masih berdiri dengan kokoh hingga saat ini.

Dari sejarah kita ketahui bahwa para pedagang Tiongkok mulai memasuki Banten pada tahun 1522. Pada awalnya orang Cina ini datang ke Banten dengan tujuan untuk berdagang. Meraka membawa barang-barang khas dari negaranya untuk diperdagangkan di Pasar Karangantu. Antara lain sutera, kertas emas, kipas, peti yang indah dan lain-lain. Barang-barang tersebut ditukarkan dengan rempah-rempah. Orang Cina membutuhkan rempah-rempah untuk dijadikan bumbu, campuran minuman dan obat-obatan. Karena proses bongkar muatan yang membutuhkan waktu lama, akhirnya pedagang Cina tersebut, tinggal di Banten.

Lambat laun terbentuklah perkampungan Cina atau lebih dikenal dengan Kampung Pacinan. Dalam kehidupan bermasyarakat para pedagang Cina tersebut berbaur dengan peduduk Banten, sehingga banyak diantara orang Cina yang menikah dengan penduduk setempat. Kemudian dibangunlah Masjid Pacinan Tinggi, yang dibangun pada masa Sultan Syarif Hidayatullah. Masjid ini dibangun di tengah perkampungan Cina. Masjid Pacinan Tinggi dibangun pada tahun 1523-1524, masjid tinggi ini berfungsi sebagai sarana ibadah dan musyawarah. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...