Siswa Dan Guru SMKN 4 Tigaraksa Tangerang Iuran Untuk Bangun Tempat Ibadah

Tangerang, (02/09/2019)- Satubanten.com-  Fasilitas ibadah merupakan satu keharusan yang mesti ada pada lingkungan tertentu termasuk lingkungan pendidikan. Namun, tak semua fasilitas ibadah dalam kategori layak atau dapat menampung jumlah orang yang menggunakannya.

Hal demikian terjadi di SMKN 4 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Fasilitas ibadah yakni masjid atau mushola di sekolah itu kerap tak mampu menampung jumlah siswa dan guru yang akan melaksanakan shalat terutama saat jam istirahat. Akibatnya, ratusan siswa dan beberapa guru harus antri wudhu dan kemudian shalat. Hal itu tak jarang membuat mereka terlambat kembali ke kelas.

Kondisi itu yang kemudian membangun kesadaran kolektif di sekolah itu. Sejak 2 tahun silam, seluruh eksponen sekolah dari guru hingga murid sepakat membuat sistem iuran setiap hari Selasa dan Jumat. Meski rutin, namun tak ada paksaan jumlah yang diiurkan atau disumbangkan. Bahkan, tidak memberi iuran pun tak dipermasalahkan.

Humas SMKN 4 Tigaraksa Yusrinal mengatakan, ide swadaya membangun tempat ibadah muncul dari sering dan panjangnya antrian ketika akan wudhu dan shalat. Kemudian, kata dia, beberapa siswa mulai menginisiasi hal itu.

“Sarana ini dibangun berdasarkan swadaya semua siswa dan guru untuk perkembangan jiwa religuis,” ujarnya, Senin (2/9/19).

Yusrijal menyampaikan, lahan yang digunakan adalah tanah yang dihibahkan kepada sekolah. Dia juga menjelaskan, anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru yang dikucurkan untuk sekolah tidak termasuk fasilitas ibadah. Oleh karena itulah, lanjut dia, warga sekolah berswadaya.

“Semoga ada yang membantu sehingga cita-cita kami dan para siswa ada fasilitas ibadah yang luas segera terwujud,” tandasnya.(sbs/011)

You might also like
Comments
Loading...